Ahok: Wakil Gubernur Seharusnya dari PDIP  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. ADEK BERRY/AFP/Getty Images

    Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. ADEK BERRY/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berpendapat bahwa wakilnya sebagai gubernur nanti semestinya adalah kader dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Pernyataan ini disampaikannya setelah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dipastikan terpilih sebagai presiden 2014-2019 lewat penetapan sengketa pemilu oleh Mahkamah Konstitusi pada Kamis lalu.

    "Terserah saja, tapi menurut saya, sih, kalau saya masih di Gerindra, seharusnya satu lagi, ya, PDIP," kata Ahok seusai menghadiri acara "Saratoga's 3rd Annual CXO Network" di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Sabtu 23, Agustus 2014.

    Ahok dimintai tanggapannya karena dua partai yang pernah berkoalisi mendukung pencalonan Joko Widodo dan dirinya sebagai kepala daerah di Jakarta, PDIP dan Gerindra, sengit menjagokan calonnya sendiri-sendiri. Keduanya menjadi berseberangan setelah pemilihan presiden yang baru lalu. (Baca: PDIP Siap Bahas Calon Wagub dengan Gerindra)

    Itu pula yang membuat keduanya belum pernah berkomunikasi lagi. “Susah kalau keduanya terus begitu,” kata Ahok, yang memprediksi pemilihan wakil gubernur nanti akan dilakukan secara voting di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

    Meski begitu, Ahok menitipkan syarat tegas kepada siapa pun yang akan disorongkan nanti bahwa yang terpenting harus memiliki kriteria pekerja keras; tidak terima suap; dan taat pada konstitusi, bukan konstituen. "Kalau kamu taat sama partai, konstituen, ya, nanti berantakan," kata Ahok sambil mengingatkan bahwa tidak ada partai politik yang meraih dukungan lebih dari 20 persen suara dalam pemilihan legislatif lalu. (Baca: Ahok Gubernur, Ini Aspek yang Perlu Diperhatikan)

    Dihubungi terpisah, Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPRD DKI Jakarta, Muhammad Sanusi, mengatakan Ahok berhak memilih calon wakilnya sendiri. Namun dia tetap menyatakan keputusan akhir ada di tangan DPRD. “Lihat saja siapa nanti yang menang," katanya.

    Sanusi menyodorkan hitung-hitungan perbandingan suara Koalisi Merah Putih ditambah suara Demokrat dengan Koalisi Kerakyatan, yang dimotori PDIP, yang sebesar 57:49. Gerindra DKI hingga kemarin masih menunggu keputusan dari DPP Gerindra siapa yang bakal diusung. (Baca: Siapa Pantas Dampingi Ahok Versi JJ Rizal)

    Adapun presiden terpilih Joko Widodo menyatakan tak ingin ikut campur. “Bukan wilayah saya. Itu wilayahnya partai, wilayah Pak Ahok," kata Jokowi kemarin.

    ERWAN HERMAWAN | AMIRULLAH | LINDA HAIRANI | SUNDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.