Dijaga Paspampres, Jokowi Mau Dicegat Wartawan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Presiden terpilih Jokowi. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Presiden terpilih Jokowi. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mendapat pengawalan ketat dari Pasukan Pengamanan Presiden saat menuju gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta. Puluhan Paspampres mengiringi Jokowi yang keluar dari kantornya bersama Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. (Baca: Jokowi Kalah Rapi Ketimbang Paspampres)

    Jokowi keluar dari ruangannya pukul 11.00 WIB. Di depan pintu, awak media sudah berbaris guna mewawancarai presiden terpilih tersebut. Jokowi dan Ahok, keduanya sama-sama mengenakan kemeja berdasi dengan jas hitam, menghentikan langkahnya untuk menjawab pertanyaan pewarta. (Baca: Tetap Blusukan, Jokowi Tolak Diatur Protokol)

    Namun, Jokowi enggan menjawab pertanyaan ihwal calon wakil gubernur yang layak bagi Ahok. Ia menempelkan jari telunjuk kanannya ke bibir sebagai isyarat meminta para awak untuk tenang. Para pewarta menuruti. "Tanya Pak Ahok saja, beliau yang paling tahu," kata dia.

    Jawaban Ahok sendiri tak jauh berbeda. "Kita ke pelantikan saja dulu," ujar Ahok. Keduanya kemudian langsung menuju gedung DPRD untuk menghadiri pelantikan anggota DPRD DKI yang baru. (Baca:Paripurna Mundurnya Jokowi, Tugas Pertama DPRD)

    Agenda pelantikan ini mengesahkan 106 anggota terpilih dari pemilihan legislatif pada 9 April 2014 lalu. Jokowi dijadwalkan membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi setelah pengucapan sumpah para anggota Dewan. (Baca: Tiba di Balai Kota, Jokowi Masih Naik Innova)

    LINDA HAIRANI



    Berita Lainnya:
    Paripurna Mundurnya Jokowi, Tugas Pertama DPRD
    Anggota DPRD DKI Dilantik Hari Ini
    Besok Vonis Kasus Penganiayaan SMAN 3


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.