Kritik Ahok: Jokowi Lelet Ambil Keputusan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kiri) dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama. TEMPO/Subekti

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kiri) dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hampir dua tahun bekerja dengan Joko Widodo di Ibu Kota. Ternyata, Ahok punya kritik terhadap Jokowi yang baru terpilih sebagai presiden itu.

    "Dia terlalu lambat mengambil keputusan," kata Ahok dalam wawancara eksklusif dengan Tempo di kantornya, Kamis, 21 Agustus 2014. (Baca wawancara lengkap dengan Ahok, 'Gue Jadi Gubernur, Bos')

    Tapi, Ahok menilai kelambanan Jokowi sebagai strategi dan ada alasannya. "Dia meyakini itu benar, ya, itu hak dia, dong. Saya terima saja sebagai wakil beliau." (Baca: Jokowi: Ahok 100 Persen Tahu Jakarta)

    Ahok juga menilai Jokowi tidak begitu tepat waktu. Bisa jadi, kata Ahok, Jokowi terlalu sering blusukan sehingga waktunya pun jadi sulit dihitung.

    Dalam waktu dekat, Ahok akan menggantikan Jokowi sebagai Gubernur DKI. Jokowi akan dilantik sebagai presiden pada 20 Oktober mendatang.

    TIM TEMPO

    Terpopuler
    Hari Ini, Tim Advokasi Prabowo Lapor ke Komnas HAM
    Polisi Panggil Pengurus Gerindra Soal Garuda Merah
    ISIS Rebut Pangkalan Militer Suriah
    Ini Saran Komnas HAM kepada Tim Advokasi Prabowo
    Masuk Bursa Wali Kota Depok, Tifatul Direspons Negatif


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.