DKI dan KAI Bahas Izin Proyek Kereta Bandara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan pejemput padati kawasan Bandara Soekarno Hatta, Jakarta 3 Agustus 2014. Lebih dari 40.839 penumpang telah tiba di Bandara Soekarno Hatta dari berbagai daerah pada arus balik h+5 lebaran. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Kendaraan pejemput padati kawasan Bandara Soekarno Hatta, Jakarta 3 Agustus 2014. Lebih dari 40.839 penumpang telah tiba di Bandara Soekarno Hatta dari berbagai daerah pada arus balik h+5 lebaran. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama menggelar pertemuan dengan PT Kereta Api Indonesia hari ini, Selasa, 26 Agustus 2014, di Balai Kota.

    Menurut Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan, pertemuan tersebut membahas perizinan pembangunan kereta bandara dari Stasiun Dukuh Atas menuju Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Tangerang, Banten. "Kereta bandara ini, kan, harus minta izin," ucapnya. (Baca: Sokong Proyek Bandara, BII Kucurkan Rp 1,5 Triliun)

    Ia menambahkan, PT KAI berencana membangun sebuah stasiun khusus kereta bandara di antara Stasiun Dukuh Atas dan Karet. Stasiun tersebut berada di depan Hotel Shangri-La.

    Karena itu, ia melanjutkan, diperlukan pelebaran jalan di sekitar pembangunan stasiun tersebut. "Ini DKI mau pelebaran jalan di Teluk Betung. DKI mau pelebaran jalannya berapa, stasiunnya dibangunnya kayak apa, ini mau dicocokkan," ucapnya. (Baca: Kereta Bandara Jalur Selatan Dibangun)

    Kepala Pusat Pelestarian dan Desain Arsitektur PT KAI Ella Ubaidi mengatakan DKI menyetujui perizinan pembangunan kereta bandara. Pembangunan, kata dia, sedang dalam proses. "Itu jalur letaknya di DKI, perlu izin kesepakatan, desainnya disetujui, fungsinya disetujui," katanya.

    ERWAN HERMAWAN

    Baca juga:
    Cara Angga Keluar dari Penyiksaan Ayahnya 
    Gara-gara Sampul Buku, Angga Dihajar Ayah 
    Lima Petugas Kebersihan JIS Disidang Rabu Ini
    Dua Saksi Ahli Akan Tentukan Nasib Sitok Srengenge  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.