Menelisik Pengurusan Pelat Nomor Cantik Mobil Mewah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil Audi Q5 milik Akil Mochtar disita KPK di areal parkir gedung KPK, Jakarta, (9/10). Mobil mewah seharga hampir 1 miliar rupiah tersebut disita dari rumah Akil di Perumahan Liga Mas. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Mobil Audi Q5 milik Akil Mochtar disita KPK di areal parkir gedung KPK, Jakarta, (9/10). Mobil mewah seharga hampir 1 miliar rupiah tersebut disita dari rumah Akil di Perumahan Liga Mas. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Masih ingat kasus pelat nomor mobil Lamborghini milik penyanyi Syahrini pada awal 2014? Ketika itu penyanyi yang selalu terlihat glamor ini tampil dengan mobil mewahnya yang bernomor cantik B-1-SYR. Banyak kalangan curiga bahwa pelat nomor yang dipasang pada Lamborghini berwarna emas itu palsu.

    Kepolisian Daerah Metro Jaya bergerak cepat. Setelah diusut, pelat nomor cantik itu ternyata bukan terdaftar untuk mobil sport mewah tersebut, melainkan untuk mobil Mercy milik Syahrini. Belakangan, nomor polisi mobil Mercy miliknya juga sudah diganti menjadi B-8000-xxx. “Nopol (B-1-SYR) itu sudah kosong karena belum terdaftar di mobil mana pun,” kata juru bicara Kepolisian Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Januari lalu.

    Kasus Syahrini menunjukkan bahwa nomor polisi kini bukan hanya nomor indentitas kendaraan, melainkan bisa menunjukkan siapa pemiliknya. Sebut saja pelat nomor B-1-PPP milik mantan Menteri Agama, Suryadharma Ali. Dengan nomor tersebut, khalayak bisa menebak bahwa pemilik kendaraan itu adalah orang nomor satu di Partai Persatuan Pembangunan.

    Bahkan, tersangka kasus suap, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar juga punya nomor cantik untuk mobil pribadinya, Audi Q5, B-234-KIL. Jika tiga angka itu dijumlahkan, akan muncul angka 9, yang berarti angka keberuntungan buat Akil.

    Selanjutnya: Pengakuan dari biro jasa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.