Korban Tewas di Tol Jagorawi Jadi Lima Orang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus Karunia Bakti dengan nomor polisi Z 7853 D mengalami kecelakaan di Ruas tol Jagorawi arah Bogor KM 26 atau 500 dari gerbang tol Citeureup, Kabupaten Bogor, Jumat 19 September 2014. TEMPO/Sidik Permana

    Bus Karunia Bakti dengan nomor polisi Z 7853 D mengalami kecelakaan di Ruas tol Jagorawi arah Bogor KM 26 atau 500 dari gerbang tol Citeureup, Kabupaten Bogor, Jumat 19 September 2014. TEMPO/Sidik Permana

    TEMPO.CO, Jakarta - Korban tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Tol Jagorawi Kilometer 26, sekitar 500 meter dari gerbang tol Citeureup, Kabupaten Bogor, kemarin, bertambah satu.

    Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bogor Kota Ajun Komisaris Muhammad Chaniago mengatakan korban tewas menjadi lima orang. "Sabtu, 20 September dinihari, tepatnya pada pulul 02.40 WIB, korban luka parah yang sempat dirawat di ruang ICU atas nama Dedi Prihatna meninggal dunia. Jadi korban tewas yang awalnya hanya empat orang bertambah satu menjadi lima orang," katanya saat dihubungi, Sabtu, 20 September 2014.(Baca:Kecelakaan Bus Karunia Bakti, Jagorawi Macet 5 Km)

    Chaniago mengatakan Dedi sempat mendapat perawatan khusus di ruang intensive care unit karena mengalami luka parah di kepala akibat benturan keras. "Bahkan pada saat dibawa ke rumah sakit korban sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri karena luka trauma parah di kepala," katanya.

    Dia mengatakan kelima jenazah korban dalam kecelakaan nahas tersebut sudah dibawa oleh pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halaman masing-masing. "Semua korban tewas, yakni Nisa, 3 tahun; Endang; Kandar; Wasjan; dan Dedi Priharna, sudah diambil pihak keluarga Sabtu dinihari," katanya.(Baca: Kecelakaan Bus di Tol Jagorawi, 4 Tewas dan 20 Luka )

    Untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Bus Karunia Bakti Z -853-D, truk Fuso merah B-9785-TF, dan Mitsubishi Pajero B-1380-EJA itu, Polres Bogor meminta keterangan lima saksi. "Sudah ada lima saksi yang kami mintai keterangan terkait kasus kecelakaan tersebut," katanya.

    Kelima saksi tersebut yakni Juandi (sopir Pajero), Teteng Solihin (kondektur bus), Mahdi (kenek truk), dan satu penumpang bus.

    M. SIDIK PERMANA

    Berita Terpopuler
    Udar Berdalih Bus Karatan Tidak Merugikan Negara
    Tiap Hari 18 Pejalan Kaki Tewas
    Kasus Transjakarta, Kejaksaan Belum Butuh Jokowi
    Koalisi Pejalan Kaki Cat Ulang Zebra Cross di HI  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.