Biaya Parkir di DKI Lebih Murah Dibanding di AS dan Eropa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Untuk menanggulangi penyimpangan dalam pengelolaan pajak parkir di Jakarta, pemerintah menerapkan sistem parkir online dengan menggunakan alat pencatat online dari media smartphone yang terkoneksi langsung dengan mesin cetak. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Untuk menanggulangi penyimpangan dalam pengelolaan pajak parkir di Jakarta, pemerintah menerapkan sistem parkir online dengan menggunakan alat pencatat online dari media smartphone yang terkoneksi langsung dengan mesin cetak. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Jakarta segera punya sistem parkir meter. Dengan sistem ini, pengguna mobil atau sepeda motor yang menyimpan kendaraannya di area parkir meter harus membayar biaya parkir sesuai dengan durasi parkir. Rencananya, tarif parkir meter yang akan diberlakukan di Ibu Kota sebesar Rp 4 atau 5 ribu per jam.

    Kepala Unit Pelaksana Tugas Parkir Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sunardi Sinaga menjelaskan, dalam sistem ini, pengguna kendaraan harus membayar biaya parkir menggunakan kartu prabayar yang dikeluarkan bank. Dengan begitu, pengguna tak lagi membayar juru parkir. (Baca:Daftar Masalah Sistem Parkir Meter di Negara Lain)

    Di negara lain, sistem ini bukanlah hal baru. Di berbagai kota di Amerika Serikat, Australia, atau Eropa, sistem parkir meter sudah diterapkan sejak lama. Tarif parkir di berbagai kota di negara-negara itu pun variatif. Di Boston, AS, konsumen harus membayar tarif sebesar US$ 1,25 atau sekitar Rp 16 ribu per jam. Tapi kota ini juga menerapkan tarif parkir per 12 menit dengan harga sekitar  US$ 0,25 atau Rp 4 ribu rupiah.

    Adapun di Chicago, AS, tarif parkir meter yang belaku rata-rata US$ 2 atau sekitar Rp 24 ribu per jam. Bahkan, tarif lebih mahal berlaku di kawasan perkantoran yang lalu lintasnya kerap macet. Tarif parkir di kawasan semacam itu bisa mencapai US$ 4 per jam atau sekitar Rp 48 ribu. (Baca:Pengamat: Waspadai Permainan Harga di Parkir Meter)

    Di Brisbane, Australia, tarif parkir meter ditentukan berdasarkan zonasi dan kondisi kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi parkir. Parkir di kota ini dibagi menjadi tiga zona. Di lokasi strategis atau disebut Zona 1, biaya parkirnya bisa mencapai Aus$ 4 atau sekitar Rp 40 ribu per 3 jam. Tapi tarif semahal itu hanya berlaku saat jam sibuk. Sedangkan di zona lain yang tidak terlalu strategis, tarifnya hanya mencapai Rp 10 ribu per 3 jam.

    Adapun London, Inggris, menerapkan tarif flat dalam sistem parkir meter ini. Biaya parkir di kota ini bisa mencapai £4 atau sekitar Rp 76 ribu per jam dengan durasi parkir maksimal 4 jam. Namun, pada akhir pekan, tarif parkir bisa lebih murah, menjadi hanya £2 atau sekitar Rp 38 ribu per jam. Di kota-kota tersebut, pembayaran tidak harus menggunakan kartu prabayar. Mesin-mesin yang disediakan juga bisa menerima pembayaran menggunakan koin.

    PRAGA UTAMA | CITYOFBOSTON.GOV / NYC.GOV BRISBANE.QLD.GOV.AU / CITYOFLONDON.GOV.UK 

    Baca juga:
    Menteri Agama Tak Setuju Perubahan Nama 
    J. Kristiadi: Trah Keluarga Bikin Parpol Busuk
    Polwan Cantik Menyamar Jadi Korban Trafficking
    Jokowi Pastikan Ubah APBN 2015
    PKS: Pilkada oleh DPRD Usulan SBY



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.