Gereja Diprotes Warga Pamulang, Pendeta Urus Izin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Jemaat gereja HKBP Pondok Timur Indah, tetap menggelar kebaktian di lahan kosong di Bekasi, Jawa Barat. TEMPO/Hamluddin

    Jemaat gereja HKBP Pondok Timur Indah, tetap menggelar kebaktian di lahan kosong di Bekasi, Jawa Barat. TEMPO/Hamluddin

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Tempat beribadahnya diprotes warga Vila Pamulang, RT 04 RW 16 Pamulang, Tangerang Selatan, Ketua Majelis yang juga pendeta Gereja Batak Karo Protestan, Saminiati Surbati, mengatakan sebelum gereja dibangun, lahan tersebut adalah tempat pembuangan sampah.

    "Pada awalnya tempat ini adalah gundukan sampah lalu kemudian kita beli seluas 1.500 meter persegi, dan karena keterbatasan biaya kami (jemaah) urug bersama-sama. Tidak terpikirkan oleh kami akan dibangun perumahan di sekitar gereja, dalam pikiran kami pada saat itu hanyalah bagaimana kita bisa beribadah," ujarnya. (Baca: PKS: Masalah GKI Yasmin Murni Perizinan)

    Pada saat itu, kata Saminiati, pihaknya membeli tanah tersebut dari dr Nunung. Tetapi pihak pengembang perumahan Vila Pamulang juga mengklaim tanah tersebut milik mereka. Saminiati mengatakan pihaknya mengalah dan membeli lagi tanah milik developer tersebut seluas 850 meter persegi.

    Saminiati juga mengatakan, sebelumnya pihak gereja sudah berunding dengan Kementerian Agama Tangerang Selatan maupun Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan kami diminta perlahan mengurus izin dari IMB bangunan gereja.

    "Kalau dari Kemenag dan FKUB sendiri mengakui kalau kami sudah berdiri lama sebelum ada kompleks Vila Pamulang ini. Hanya izin IMB yang sedang kami urus. Untuk dokumen-dokumen resmi dari awal berdirinya gedung sampai sekarang kita juga ada," katanya.

    Menurut Saminiati, hubungan pihak gereja degan warga sejak 2002 sampai 2013 tidak ada kendala apa-apa. Penolakan warga baru terjadi Februari 2014. "Padahal jemaah Gereja Batak Karo Protestan sendiri ada yang tinggal di kompleks Vila Pamulang," ujarnya. (Baca: Evaluasi Rekomendasi GKI Yasmin Bakal Dipercepat)

    Saminiati menambahkan, pada Jumat, 19 September 2014, pihak gereja dan ketua RT 04 Vila Pamulang sudah bertemu dan menghasilkan beberapa kesepakatan. Di antaranya, Saminiati dan jemaahnya hanya boleh memakai gedung ini pada Ahad dan Selasa dari jam 14.00 WIB-18.00 WIB.

    "Kami sangat bingung dan kaget, hari Jumat sudah mengadakan pertemuan dan kami sepakati, ternyata di hari Minggu sudah ada banner di pagar pintu masuk gereja," katanya.

    MUHAMMAD KURNIANTO


    Berita Terpopuler
    Polisi Cantik dan Gagah Fatamorgana
    Eks Siswa SMA 70 Ditampung di SMA Negeri
    Kenapa Wajah Polwan Cantik Dibikin Mirip?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.