Gusur Kalijodo, Ahok Siapkan Rusun Daan Mogot

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga beraktivitas di bawah jembatan tol kawasan Kalijodo, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (20/12). Meskipun kerap digusur namun sulitnya mendapatkan tempat tinggal membuat ribuan warga mulai dari pendatang serta sopir truk tetap memilih untuk tinggal di bawah jembatan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Warga beraktivitas di bawah jembatan tol kawasan Kalijodo, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (20/12). Meskipun kerap digusur namun sulitnya mendapatkan tempat tinggal membuat ribuan warga mulai dari pendatang serta sopir truk tetap memilih untuk tinggal di bawah jembatan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berniat menggusur lokalisasi Kalijodo di Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Selain lokalisasi, Ahok juga akan membongkar permukiman liar di daerah tersebut. (Baca: Ahok Akan Gusur Lokalisasi Kalijodo)

    Namun, kata Ahok, penggusuran Kalijodo dilakukan jika rumah susun untuk menampung warga sudah siap. "Karena memang harus ada tempat untuk mereka," kata Ahok di Taman Kota Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu, 27 September 2014. (Baca: Ahok Tanam Pohon di Dekat Kalijodo)

    Untuk itu, Ahok menyiapkan Rumah Susun Daan Mogot, Jakarta Barat, untuk menampung warga Kalijodo. Menurut Ahok, kehidupan warga akan lebih baik jika tinggal di rusun yang disediakan pemerintah ketimbang di permukiman liar atau lokalisasi. (Baca juga: Ramadan, Prostitusi Kalijodo Tutup hingga Ahad)

    Di rusun tersebut, warga sudah mendapatkan pelbagai fasilitas dengan harga sewa yang relatif murah. Golongan paling rendah bisa menyewa rusun dengan tarif Rp 100 ribu sebulan. Untuk golongan yang lebih baik, harga sewa dipatok Rp 300-400 ribu. "Sudah dilengkapi gas, air minum, dan fasilitas lain," katanya. (Baca: Warga Kalijodo Mau Dipindah ke Rusun, Asal...)

    Lokalisasi Kalijodo terletak di pinggir Kanal Banjir Barat. Rumah-rumah semipermanen berjejeran di sepanjang kanal yang dibangun pemerintah Belanda tersebut. Rumah atau akrab disebut wisma itu biasa digunakan para lelaki hidung belang untuk berkencan. Ada beberapa rumah dan wisma yang berfungsi sebagai diskotek dan menjual minuman keras.

    Permukiman Kalijodo yang ada sejak 1930-an cukup padat. Di daerah tersebut, ada sekitar 3.000 warga yang tersebar di sembilan RT dan satu RW. Pemerintah pernah menertibkan lokalisasi itu sekitar tahun 1990, tapi tak berhasil. Lokalisasi itu tetap hidup.

    ERWAN HERMAWAN

    Berita Terpopuler
    UU Pilkada Tak Berlaku di Empat Daerah Ini  
    Pilkada, PPP: Demokrat Mainkan Skenario Prabowo
    Prabowo Senang Pilkada Langsung Dihapus  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.