Jumat, 16 November 2018

Hendrik Tangke Allo Jadi Ketua DPRD Depok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar. TEMPO/Fahmi Ali

    Suasana rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - DPRD Kota Depok menggelar rapat paripurna istimewa pembentukan struktur kepemimpinan dewan definitif, Rabu, 1 Oktober 2014. Sebagai pimpinan partai pemenang pemilu, Hendrik Tangke Allo dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan menjabat Ketua DPRD periode 2014-2019.

    Sekretaris Fraksi Demokrat Siti Nurjanah mengatakan dari jadwal rapat paripurna akan mulai digelar pukul 09.00 WIB. "Hari ini pelantikan ketua definitif, kemudian akan dilanjukan dengan rapat pansus untuk membahas tata tertib kelengkapan Dewan," kata Siti, Rabu, 1 Oktober 2014.

    Menurut dia, DPRD Kota Depok memiliki delapan fraksi yang masing-masing ketuanya telah ditetapkan. Fraksi Partai Demokrat akan dipimpin oleh Edi Sitorus, Fraksi PAN dipimpin Igun Sumarno, dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dipimpin Muhammad Suparyono.

    Selanjutnya, Fraksi PPP diketuai Qonita Luthfiyah, Fraksi Gerindra oleh Iing Hilman, Fraksi PDIP diketuai Hermanto, Fraksi Golkar diketuai oleh Babai Suhaemi, dan Fraksi Restorasi Hati Nurani diketuai Bernhard Simorangkir.

    Setelah rapat selesai, pansus akan berkoordinasi dengan kementerian. Komisi DPRD akan ditetapkan setelah tata tertib dirampungkan. "Besok tatib baru disahkan, kemudian dibentuk komisi-komisi," katanya.

    ILHAM TIRTA

    Topik terhangat:
    Koalisi Jokowi-JK | Kabinet Jokowi | Pilkada oleh DPRD

    Berita terpopuler lainnya:
    Tak Penuhi Kuorum, UU Pilkada Tak Sah
    Saran Yusril ke Jokowi Dianggap Jebakan Batman
    Yusril Beri 'Pencerahan' ke SBY dan Jokowi Soal UU Pilkada


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.