Rabu, 21 November 2018

FPI Demo Tolak Ahok, Empat Polisi Terluka  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Papan nisan yang ditujukan untuk Wagub DKI Ahok, terpasang di depan pagar DPRD saat aksi unjuk rasa massa FBR di depan gedung DPRD DKI Jakarta, 1 Oktober 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Papan nisan yang ditujukan untuk Wagub DKI Ahok, terpasang di depan pagar DPRD saat aksi unjuk rasa massa FBR di depan gedung DPRD DKI Jakarta, 1 Oktober 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Massa Front Pembela Islam (FPI) bentrok dengan petugas kepolisian di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat, 3 Oktober 2014. Massa FPI melempar batu seukuran kepalan tangan ke arah polisi yang berjaga di sekitar gedung DPRD. Akibatnya, empat polisi terluka di kepala. Selain itu, empat pegawai DKI terkena lemparan batu. (Baca: FBR Geruduk DPRD Tolak Ahok Jadi Gubernur DKI)

    "Tiba-tiba, batu mengenai kepala saya," kata Brigadir Dua Dede Miftah di ruang perawatan di Balai Kota, Jumat, 3 Oktober 2014. Korban lainnya adalah Brigadir Dua Fatta, Brigadir Dua Disman, dan Brigadir Dua Fauzi Amaluddin. (Baca: LBH Jakarta: Unjuk Rasa FPI Melanggar Hukum)

    Massa FPI, ujar Dede, tiba-tiba merangsek masuk ke dalam gedung DPRD. Mereka mendorong barisan polisi. "Kami belum siap, belum pakai peralatan, sudah dilempari batu," tuturnya. Dalam unjuk rasa tersebut, FPI mengerahkan sekitar 200 orang. FPI menggelar demonstrasi yang isinya menolak Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi Gubernur DKI menggantikan Joko Widodo. (Baca: Blak-blakan Erwin Arnada tentang Satu Ormas Islam)

    Massa FPI berhasil dipukul mundur. Namun mereka berpindah ke depan Balai Kota atau Jalan Merdeka Selatan.

    ERWAN HERMAWAN

    Topik terhangat:

    Koalisi Jokowi-JK | Kabinet Jokowi | Pilkada oleh DPRD

    Berita terpopuler lainnya:
    Tim Transisi Jokowi: Peluang Koalisi Tertutup 
    Anulir UU Pilkada, SBY Teken Perpu
    Chairul Tanjung: Tak Ada Anggaran untuk Lapindo 
    Dahlan Iskan Pernah Diancam Anaknya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.