Pria Loncat dari Menara BCA, Apa Penyebabnya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah mobil ringsek akibat tertimpa jasad pria yang jatuh dari gedung menara Bank Central Asia (BCA), Jakarta, 7 Oktober 2014. Seorang pria yang jatuh dari lantai 56 tersebut diduga bunuh diri. Tempo/M. Iqbal Ichsan

    Sebuah mobil ringsek akibat tertimpa jasad pria yang jatuh dari gedung menara Bank Central Asia (BCA), Jakarta, 7 Oktober 2014. Seorang pria yang jatuh dari lantai 56 tersebut diduga bunuh diri. Tempo/M. Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sulaiman Tanudjaja, 46 tahun, pria yang ditemukan tewas setelah loncat dari lantai 56 Menara BCA, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Oktober 2014, sering ditipu rekan bisnisnya. Hal ini diungkapkan Edi Santoso, sahabat Sulaiman sejak di bangku sekolah dasar.

    "Dia sering meminjamkan uang ke rekan bisnisnya. Tapi beberapa kali tidak dikembalikan," tutur Edi yang ditemui pada Selasa, 7 Oktober 2014. (Baca: Lompat dari Menara BCA, Tubuh Pria Ini Berceceran)

    Meski demikian, Sulaiman jarang menunjukkan emosi saat tahu sudah ditipu rekannya. Sulaiman, kata Edi, selalu berbesar hati dan mengikhlaskan kerugiannya itu. "Dia selalu bilang, kalau rezeki tidak akan ke mana," kata Edi.

    Edi pun mengenang sahabatnya itu sebagai penganut Buddha yang taat. Pria berdarah Tionghoa itu pernah mengajari Edi tata cara persembahyangan yang benar.

    Sulaiman Tanudjaja, kelahiran Medan, 27 Desember 1968. Ia merupakan karyawan swasta yang tinggal di Jalan F Blok K Nomor 11, RT 09 RW 010, Kelurahan Penjagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Ia merupakan direktur sebuah perusahaan percetakan di Cidadap, Tangerang. Menurut Edi, beberapa waktu lalu Sulaiman pernah bercerita ingin mengurus kredit di bank. "Mungkin itu alasan dia berada di Menara BCA," ujar Edi.

    MOYANG KASIH DEWIMERDEKA

    Berita Lain
    Ada Udang di Balik Perpu SBY dan Koalisi Prabowo
    Terima PPP, Koalisi Jokowi Siapkan Kursi Wakil MPR
    Gerindra Menentang Pembubaran FPI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Silang Pendapat tentang RUU PKS

    Fraksi-fraksi di DPR berbeda pendapat dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU PKS. Dianggap rumit.