FPI: Ahok Tak Akan Bisa Bubarkan Kami  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabid Humas Polda Metro Jaya, Rikwanto (kiri) bersama Direskrim Umum Polda Metro Jaya, Heru Pranoto (tengah) dan Kasat Keamanan Negara, Suwondo Nainggolan (kanan), tunjukkan foto anggota kepolisian yang terluka dalam kerusuhan yang dilakukan FPI, di Polda Metro Jaya, Jakarta, 4 Oktober 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Rikwanto (kiri) bersama Direskrim Umum Polda Metro Jaya, Heru Pranoto (tengah) dan Kasat Keamanan Negara, Suwondo Nainggolan (kanan), tunjukkan foto anggota kepolisian yang terluka dalam kerusuhan yang dilakukan FPI, di Polda Metro Jaya, Jakarta, 4 Oktober 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Sekretariat Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam, Muhammad Sahrozi, tak gentar mendengar kabar ihwal niat Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membubarkan kelompoknya. (Baca: Ahok Ingin Bubarkan FPI)

    "Ahok itu siapa? Tak mungkin orang seperti dia bisa bubarkan FPI," kata Sahrozi saat ditemui di markas FPI, Jalan Petamburan III, Jakarta, Rabu, 8 Oktober 2014.(Baca: Novel FPI Menyerahkan Diri ke Polda Metro Jaya)

    Menurut Sahrozi, FPI akan melakukan banyak perlawanan jika Ahok ingin membubarkan mereka. "Gus Dur (mantan Presiden Abdurrahman Wahid) juga enggak mampu bubarkan kami. Akhirnya malah dia yang lengser sendiri, kan," katanya.

    Sahrozi pun mengklaim Kementerian Dalam Negeri tak dapat membubarkan FPI. Pasalnya, mereka tak mendapat surat peringatan yang semestinya menjadi modal Kementerian Dalam Negeri untuk membubarkan suatu organisasi kemasyarakatan.(Baca: Ahok Pertanyakan Izin Keormasan FPI)

    Sahrozi mengaku FPI memperoleh surat peringatan pertama beberapa bulan lalu. Namun masa berlaku surat peringatan itu, menurut dia, gugur satu bulan setelah diterbitkan.

    Adapun Ketua Front Pembela Islam Dewan Pimpinan Daerah DKI Jakarta, Salim Umar Al-Attas atau biasa dipanggil Habib Selon, mengatakan Ahok tak bisa membubarkan FPI karena kelompoknya itu bersikap kooperatif dalam menanggapi peringatan kepolisian.

    Selon menambahkan, saat ini FPI tengah berfokus mencegah Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta. "Insiden kericuhan antara FPI dan polisi tak mengubah agenda kami. Kami tetap akan menolak Ahok menjadi Gubernur DKI sampai 3 November mendatang," katanya.

    PERSIANA GALIH

    Terpopuler:
    Koalisi Jokowi Sukses Rayu DPD, Siapa Dalangnya? 
    Zulkifli Hasan, Ketua MPR Periode 2014-2019
    Koalisi Prabowo Siap Ajukan Veto untuk 100 Posisi  
    Pacar Mayang Ternyata Juga Pekerja Seks  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.