PNS Depok Kegemukan karena Banyak Makan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • static.guim.co.uk

    static.guim.co.uk

    TEMPO.CO, Depok - Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Lies Karmawati mengatakan penyebab obesitas atau kegemukan pada pegawai negeri sipil (PNS) di Depok karena kebanyakan makan. Asupan karbohidrat yang terlalu banyak membuat berat badan mereka tidak seimbang sehingga mengakibatkan obesitas. "Penyebabnya bisa macam-macam, tapi rata-rata memang karena kebanyakan makan," kata Lies kepada Tempo, Rabu, 22 Oktober 2014. (Baca: Banyak PNS Obesitas, Depok Lakukan Tes Kebugaran)

    Seperti diketahui, sebanyak 525 orang atau 30 persen dari 2.500 jumlah total PNS di Depok mengalami kelebihan berat badan (over weight). Dari jumlah itu, 325 orang di antaranya mengalami kegemukan. Kelebihan berat badan ini dinilai akan mengganggu kinerja para PNS dalam mengemban tugas.

    Dinas Kesehatan akan melakukan dua kali tes kebugaran bagi seluruh PNS yang mengalami kelebihan berat badan. Pertama tes dengan menggunakan alat ergocycle (sepeda putar) pada 24 sampai 28 November 2014. Tes kedua merupakan tes lapangan yang akan dilakukan pada 7 Desember 2014. Ratusan PNS itu akan dipaksa lari dengan jarak yang telah ditentukan.

    Lies mengatakan mereka tidak menitikberatkan pada alasan kenapa para PNS itu mengalami obesitas, tetapi lebih ke penanganan kepada mereka. "Yang ada itu mau diapain," katanya. Karena itu, tes kebugaran harus dilakukan untuk mengetahui penanganan seperti apa yang dibutuhkan. "Di sana kita tentukan, apa yang harus dikurangi."

    Menurut dia, adanya pendataan PNS obesitas dan kelebihan berat badan ini untuk menopang program satu hari tanpa nasi atau one day no rice (ODNR) Wali Kota Nur Mahmudi Ismail. "Agar PNS tidak terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat," katanya.

    Jika dalam tes tidak dapat diturunkan berat badannya PNS itu kemungkinan akan diminta untuk tidak mengkonsumsi nasi dan karbohidrat lain setiap hari. "Itu untuk mengurangi asupan karbohidrat," katanya. Karena itu, tes kebugaran pada bulan depan akan menentukan program Dinkes selanjutnya. "Kita lihat setelah tes kebugaran."

    ILHAM TIRTA



    Topik terhangat:
    Pelantikan Jokowi | Koalisi Jokowi-JK | Kabinet Jokowi | Pilkada oleh DPRD



    Berita terpopuler lainnya:
    Naik Taksi, Putri Jokowi Akhirnya Ikuti Tes CPNS
    Pesawat Australia Mendarat karena Diancam Ditembak
    Dalam Hitungan Jam, ISIS Perkosa Wanita Yazidi 30 Kali


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.