DKI Minta Menteri Rini dan Arief Benahi Kota Tua  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pagi di Taman Fatahilah, Kota Tua, Jakarta, 4 Agustus 2014. Kuranganya kesadaran pengunjung membuat kawasan Kota Tua menjadi kotor. TEMPO/Subekti

    Suasana pagi di Taman Fatahilah, Kota Tua, Jakarta, 4 Agustus 2014. Kuranganya kesadaran pengunjung membuat kawasan Kota Tua menjadi kotor. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta mendesak Dinas Pekerjaan Umum sebagai petugas penanganan infrastruktur Kota Tua, Kementerian Badan Usaha Milik Negara yang kini dipimpin Rini Soemarno, sebagai pemilik terbanyak gedung di Kota Tua, dan Menteri Pariwisata Arief Yahya, mempercepat proses revitalisasi.

    Kepala Dinas Pariwisata Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Arie Budhiman mengatakan sebanyak 80 gedung yang bakal direvitalisasi. Gedung-gedung itu di antaranya berupa museum, galeri, hotel, restoran, dan asrama. Saat ini, pemerintah mengklaim 34 pemilik gedung di Kota Tua yang mengkonfirmasi untuk direhabilitasi. "Kami berharap pendapatan yang besar di sektor pariwisata dengan adanya gedung-gedung tersebut," katanya, saat ditemui Tempo di kawasan Kota Tua, Jakarta, Rabu, 29 Oktober 2014.

    Arie melanjutkan, Jakarta akan kebanjiran wisatawan asing di pagelaran Asian Games 2018 mendatang. "Maka itu, tahun 2016 revitalisasi Kota Tua mesti beres. Agar menjadi salah satu daya tarik Jakarta," ujar Arie. Permasalahan yang terjadi di Kota Tua, antara lain infrastruktur jalan, sungai, rehabilitasi cagar budaya, dan pedagang kaki lima. Sejumlah pihak menentang adanya jalur Bus Transjakarta yang melintas di kawasan Kota Tua dengan alasan infrastruktur jalan yang tak siap.

    Selain itu, sejumlah pintu air di sepanjang sungai yang mengarah ke Kota Tua ditutup. Akibatnya, air tergenang di beberapa titik dan membuat kekuatan bangunan cagar budaya terkikis. Rehabilitasi gedung pun terganjal aturan. Melalui undang-undang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melarang adanya perubahan bangunan cagar budaya yang membuat pemilik gedung sulit merawat cagar budaya. Adapun maraknya PKL di kawasan ini, bertolak belakang dengan keinginan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terhadap Kota Tua. Ahok, ingin menjadikan Kota Tua sebagai salah satu destinasi pariwisata bagi kalangan menengah ke atas. Namun, investor tidak berminat menanamkan modalnya di kawasan ini lantaran maraknya PKL.

    Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan revitalisasi Kota Tua menjadi salah satu agenda prioritas lembaganya. "Isu revitalisasi sudah dikonfirmasi oleh pihak-pihak terkait. Saya akan membantu penuh revitalisasi ini di kalangan menteri," kata dia. Arief berjanji mempertemukan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno dan Dinas Pekerjaan Umum Jakarta untuk membahas revitalisasi. "Saya akan terus sounding ke semua pihak," kata Arif.

    PERSIANA GALIH

    Topik terhangat:
    Penghinaan Presiden | Susi Pudjiastuti | Kabinet Jokowi | Pengganti Ahok

    Berita terpopuler lainnya:
    @TrioMacan2000 Pernah Memeras Bos Minyak
    Ahok: Soal Sampah, Orang Jakarta Tak Beriman
    Kata Fahri Hamzah Soal Kenaikan Harga BBM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ekspor Benih Lobster, dari Susi Pudjiastuti hingga Edhy Prabowo

    Kronologi ekspor benih lobster dibuka kembali oleh Edhy Prabowo melalui peraturan menteri yang mencabut larangan yang dibuat Susi Pudjiastuti.