Penghina Jokowi Buka Facebook di Warnet  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Brigjen Kamil Razak, Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Mabes Polri menunjukkan foto pelaku bullying Presiden Joko Widodo di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu 29 Oktober 2014. TEMPO/Nurdiansah

    Brigjen Kamil Razak, Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Mabes Polri menunjukkan foto pelaku bullying Presiden Joko Widodo di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu 29 Oktober 2014. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Muhamad Arsad, 23 tahun, tersangka penghina Presiden Joko Widodo di jejaring sosial Facebook, tak memiliki handphone sebagai alat komunikasi sosial. Aktivitasnya di media sosial Facebook, dia lakukan di warung Internet (warnet). (Baca: Polisi yang Tangkap Penghina Jokowi Dikira Om-om)

    "Main di warnet, kadang di (warnet) Pelangi, warnet depan jalan sini. Ya di sekitaran sini saja," kata Fahrur Rohman, 28 tahun, teman Arsad sekaligus tokoh pemuda setempat, saat ditemui Tempo di Gang H Jum, Rabu, 29 Oktober 2014. (Baca: Penghina Jokowi Hidup Miskin dan Lulusan SMP)

    Namun, Fahrur tak mengetahui apa saja yang dilakukan Arsad saat duduk di warnet. "Enggak pernah ngikutin, paling Facebook saja. Orang ke warnetnya juga jarang, kalau punya duit aja," ujarnya. (Baca: Foto Porno Ini Bikin Penghina Jokowi Ditangkap)

    Kadang, dia melanjutkan, Imen, panggilan Arsad, hanya bermain di warnet setengah jam. "Karena uangnya cuma dua ribu. Kadang lama lagi main warnet, karena kan kerja juga." (Baca: Ibu Penghina Jokowi di Facebook Nyaris Bunuh Diri)

    Menurut Fahrur, keseharian Imen lebih banyak bekerja di kios sate Margani. "Pacar belum punya. Sejak dia kerja ngipasin sate, pulangnya jam 12 malam, jadi jarang ketemu lagi. Paling ketemu di pengajian seminggu sekali."

    Berdasarkan pengakuan Iman kepada Fahrur, tindakan Iman yang mengunggah konten penginaan terhadap Jokowi hanya iseng. "Dia hanya iseng, awalnya dimasukin ke grup yang isinya debat capres. Grup itu kebanyakan anonim, hanya dia yang akun asli," ujarnya.

    Dari bahan perdebatan dan gambar-gambar di grup itu, Imen mengunggah ke laman facebook miliknya. "Mau copy-paste saja dia belajar dulu, memang dia enggak ngerti," kata Fahrur.

    Fahrur berharap Presiden Jokowi dapat memaafkan temannya itu. "Maafin Pak. Anak ini enggak tahu apa-apa, bukan aktivis, bukan orang partai juga," ujarnya. "Imen bilang sama saya mau minta maaf langsung ke Pak Jokowi."

    Arsad ditangkap dan ditahan di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, pada Kamis, 23 Oktober 2014. Dia dituding melakukan penghinaan kepada Presiden Joko Widodo di akun Facebook miliknya.

    Arsad dijerat beberapa pasal berlapis, yaitu pasal pencemaran nama baik dalam Undang-Undang ITE dan UU Pornografi. Ancaman hukumannya mencapai 10 tahun penjara.

    AFRILIA SURYANIS

    Berita Terpopuler
    Menteri Susi Jadi Headline TV Belanda
    Susi Berkeras, Pilot Memelas
    Kasus Penghinaan, Jokowi Sudah Diperiksa Polri
    Begini Cara Susi Berantas Illegal Fishing
    Susi Sempat Ragu Pimpin Rapat Gara-gara Ijazah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.