Warga Bantaran Waduk Pluit Mulai Bongkar Rumah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden, Joko Widodo melihat pemandangan Waduk Pluit di Jakarta Utara, 22 Juli 2014. Tempo/Aditia Noviansyah

    Calon presiden, Joko Widodo melihat pemandangan Waduk Pluit di Jakarta Utara, 22 Juli 2014. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga sisi barat Waduk Pluit yang direlokasi akibat terkena dampak proyek normalisasi waduk sudah menerima kunci rumah susun pada Jumat 31 Oktober 2014. Hari ini, Ahad 2 November 2014 sejumlah warga mulai membongkar sendiri rumah mereka sebelum mulai menempati rumah baru di Rusunawa Muara Baru.

    Salah satunya adalah Andi Raihan, 43 tahun, warga RT 19 RW 17 Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Andi yang tinggal persis di bibir waduk ini mulai membongkar rumahnya sejak tadi pagi dibantu tetangga sekitar. "Mending saya bongkar sendiri, kayunya masih bisa dipakai lagi," kata Andi yang ditemui pada Ahad, 2 November 2014.

    Rumah Andi yang bertingkat dua kini tinggal rangkanya. Dia dibantu empat orang lelaki untuk membongkar rumah dari tripleks yang telah ditempatinya sejak 2000 lalu. Setelah dilepas, kayu-kayu dari rumah Andi ditumpuk rapi di depan rumahnya. "Kayu ini mau saya bawa ke Tangerang, ada saudara di sana," kata dia.

    Sementara itu, Dina Yuliani, 40 tahun, istri Andi terlihat mengabadikan momen pembongkaran rumah itu dari kamera ponselnya. "Buat kenang-kenangan, sudah lama tinggal di sini sekarang terpaksa pergi," kata Dina.

    Dina yang sehari-hari berjualan mie ayam di depan rumahnya itu menyebut setuju pindah ke rusun karena tak ingin hidup terbengkalai bila rumahnya dibongkar nanti. Kemarin, Dina sudah melihat kondisi rusun yang akan ditempatinya dan mengaku cukup puas dengan hunian barunya nanti. Pasangan ini bersama empat orang anak mereka akan menempati blok 2 lantai 2 Rusun Muara Baru. "Kami akan mulai pindah nanti malam, sekarang membereskan rumah yang ini dulu," kata Dina lagi.

    Selain keluarga Andi, terlihat ada tiga rumah lain yang sedang dibongkar pemiliknya di sepanjang Jalan Muara Baru itu. Sebelumnya, Camat Penjaringan Rusdiyanto menyebut ada 34 keluarga yang sudah menerima kunci rusun. "Kami memberikan waktu sampai Senin pada warga yang sudah menerima kunci untuk pindah," kata Rusdiyanto.

    Jumlah warga yang terdaftar untuk direlokasi sendiri mencapai 115 keluarga. Namun, kata Rusdiyanto, sebagian besar masih belum melengkapi berkas yang dibutuhkan sebagai syarat masuk rusun.

    Dia menargetkan dalam sepekan ke depan, semua warga tersebut sudah menerima kunci. Selanjutnya, bangunan yang ada di sisi barat waduk akan dibongkar untuk membangun jalan inspeksi sepanjang 2,5 kilometer dengan lebar 7,5 meter. (Baca: Jelang Musim Hujan, Normalisasi Waduk Pluit Dikebut)

    MOYANG KASIH DEWIMERDEKA



    Berita Lainnya:
    Ini Fasilitas Kamar Kos Raden Nuh  
    Empat Ciri Orang Tertular Ebola, Apa Saja?  
    Menteri Energi: BBM Murah Bikin Masyarakat Malas
    Fakta-fakta Seputar Penyakit Ebola


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.