Gandeng KPK, Ahok Rombak BUMD Daging Sapi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama. TEMPO/ Hendra Suhara

    Basuki Tjahaja Purnama. TEMPO/ Hendra Suhara

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan segera merombak manajemen Perusahaan Daerah Dharma Jaya, yang dinilai tidak becus. Ahok--sapaan Basuki--akan melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memperbaiki perusahaan daerah yang bergerak di sektor pemotongan hewan tersebut.

    Ahok menjelaskan, KPK dia libatkan agar memperoleh pimpinan yang bersih. "Kami akan membawa nama calonnya ke sana (KPK)," katanya di Balai Kota, Jakarta, Rabu, 5 November 2014. Dia bahkan sudah bertemu dengan pimpinan lembaga antirasuah tersebut beberapa waktu lalu.  (Ahok Lapor Dugaan Korupsi Dharma Jaya)

    Dharma Jaya dinilai sudah tidak sehat. Pada 2014, perusahaan ini hanya menyumbang kas daerah Rp 45 juta. Bahkan, selama periode 2010-2013, Dharma Jaya tak berkontribusi sepeser pun.

    Selain merombak jajaran manajemen, Ahok juga bakal mengubah pola bisnis Dharma Jaya. Dari yang awalnya mengurusi pemotongan hewan, perusahaan ini akan menjadi agen penjualan daging sapi.

    Rencananya daging sapi yang akan dijual didatangkan dari daerah lain. "KPK juga dilibatkan untuk menghindari mafia dalam proses pengadaan sapi," ujarnya.  

    Dengan mendatangkan sapi, Ahok ingin Jakarta tidak kekurangan pangan dan mampu menekan harga daging sapi di Ibu Kota. Pemerintah DKI sudah menjalin kerja sama dengan Nusa Tenggara Timur dan Lampung untuk pengadaan sapi.

    ERWAN HERMAWAN

    Terpopuler
    Kata Jokowi, Informasi BIN Sering Meleset 
    Menteri ESDM Copot Dirjen Migas 
    Balas Dendam, Ayah Jepit Penis Pemerkosa Anaknya 
    Mahfud Md. Pernah Bertemu Pengelola @TrioMacan2000
    6 Fakta tentang Pembunuh TKI di Hong Kong


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.