Hujan Merata di Bogor Belum Ancam Banjir Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Debit air sungai Ciliwung di Bendung Katulampa, Bogor, terus meningkat menyusul hujan sepanjang hari pada Rabu (9/1). TEMPO/Arihta Surbakti

    Debit air sungai Ciliwung di Bendung Katulampa, Bogor, terus meningkat menyusul hujan sepanjang hari pada Rabu (9/1). TEMPO/Arihta Surbakti

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagian besar wilayah Bogor diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada awal November 2014. Warga Bogor diminta waspada terhadap ancaman bahaya longsor.

    "Hujan intensitas ringan hingga sedang akan terus terjadi hingga Selasa dinihari," kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Bogor Hendri Antoro kepada Tempo di Bogor, Senin, 10 November 2014.

    Hendri menuturkan hujan yang diprediksi turun secara merata di wilayah Bogor ini belum menjadi ancaman bagi wilayah Jakarta. Namun masyarakat diminta waspada bencana longsor di wilayah rawan longsor di Kabupaten dan Kota Bogor. "Hujan belum menyebabkan banjir di Jakarta. Waspadai longsor di Bogor."

    Petugas jaga Bendung Katulampa, Andi Sudirman, berujar, meski hujan turun pada Senin sore ini, tinggi muka air di Bendung Katulampa masih normal, yakni 10 sentimeter. "Ini hujan lokal. Jadi, tinggi muka air normal dan bukan ancaman banjir bagi Jakarta."

    Menurut Andi, TMA di Bendungan akan meningkat jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu sungai, yakni di kawasan Puncak, Cisarua, Ciawi, dan Megamendung. "Kalau Puncak hujan, harus waspada banjir."

    ARIHTA U. SURBAKTI


    Berita Terpopuler:

    Ingin Bangun 24 Pelabuhan, Jokowi Tiru Cina 
    Jalanan Bandung Lumpuh, Ridwan Pilih Jalan Kaki
    Apakah Jokowi Pidato Bahasa Inggris di Forum Dunia?
    'Penculik Bung Karno' Jadi Pahlawan Nasional  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.