Transjakarta Buat Tiket Sekali Jalan Tahun Depan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang tempelkan kartu e-ticketing TransJakarta di pemindai (barrier) di Halte Kota, Jakarta, 11 Agustus 2014. Mulai hari ini bus Transjakarta koridor I atau rute Blok M-Kota tidak lagi gunakan tiket kertas. Penumpang harus membayar dengan tiket elektronik yang bisa dibeli di halte Transjakarta. TEMPO/Dasril Roszandi

    Penumpang tempelkan kartu e-ticketing TransJakarta di pemindai (barrier) di Halte Kota, Jakarta, 11 Agustus 2014. Mulai hari ini bus Transjakarta koridor I atau rute Blok M-Kota tidak lagi gunakan tiket kertas. Penumpang harus membayar dengan tiket elektronik yang bisa dibeli di halte Transjakarta. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah memberlakukan tiket uang elektronik multi-trip, PT Transportasi Jakarta berencana membuat tiket elektronik sekali jalan. Direktur Utama PT Transportasi Antonius N.S. Kosasih mengatakan kartu elektronik itu akan berlaku mulai tahun depan. "Pada 2015, diusahakan seawal mungkin," katanya melalui pesan WhatsApp, Senin, 10 November 2014.

    Kosasih mengatakan kartu harian itu akan berjamin, seperti kartu harian Commuter Line. Calon penumpang akan dikenakan biaya lebih sebagai jaminan saat membeli kartu itu. Nantinya uang jaminan itu akan dikembalikan saat tiket itu dikembalikan. "Besaran biaya jaminannya sedang kami kaji," ujarnya. (Baca: Seluruh Halte Busway Akan Dipasang CCTV)

    Pengamat transportasi dari Forum Warga Kota Jakarta, Azas Tigor Nainggolan, menyarankan PT Transportasi tak perlu menggunakan kartu saat menerapkan tiket sekali jalan ini. Menurut dia, mereka cukup menggunakan petugas untuk melayani para penumpang. “Para penumpang yang tak punya kartu tinggal membayar untuk sekali jalan, nanti petugaslah yang men-taping-kan kartunya,” ujarnya. (Baca: Bus Transjakarta Punya Logo Baru)

    Dengan cara ini, kata dia, PT Transportasi tak perlu menunggu tahun depan untuk melaksanakan tiket single trip. Mereka bisa melakukannya saat ini juga. “Jadi tak perlu ada calo seperti itu,” ujarnya. (Baca: Ada Demo, Bus Transjakarta Blok M-Kota Dibatasi)

    Namun, Kosasih menolak saran ini. Menurut dia, cara itu bisa menimbulkan kebocoran. "Kekuasaan ada di petugas, bukan penumpang. Kurang baik itu," ujarnya. Tranjakarta, kata dia, akan mencetak kartu baru untuk tiket sekali jalan tersebut. Menurut dia, mereka tak rugi meski mencetak banyak kartu.

    NUR ALFIYAH

    Terpopuler:
    Di Beijing, Jokowi Sentil Kualitas Produk Cina
    Jokowi Jadi Primadona di APEC
    Baghdadi, Pemimpin ISIS, Terluka Parah
    Jokowi Top jika Pidato Bahasa Indonesia di APEC
    Pesta Persib Juara Lumpuhkan Bandung


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.