Berkelahi, Tahanan @TrioMacan2000 Pindah Sel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian melakukan pengeledahan di kantor berita Asatunews.com yang juga menjadi pusat admin akun Twitter Trio Macan 2000, di Tebet Dalam Barat V no 26, Jakarta, 3 November 2014. Pemeriksaan terkait dugaan pencemaran nama baik dan pemerasan. TEMPO/Dasril Roszandi

    Petugas kepolisian melakukan pengeledahan di kantor berita Asatunews.com yang juga menjadi pusat admin akun Twitter Trio Macan 2000, di Tebet Dalam Barat V no 26, Jakarta, 3 November 2014. Pemeriksaan terkait dugaan pencemaran nama baik dan pemerasan. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO , Jakarta: Polisi memisahkan sel tersangka kasus pemerasan terhadap pejabat telekomunikasi. Harry Koeshardjono @TrioMacan2000 dipindahkan ke ruang lain, sehingga tak lagi bersama Raden Nuh dan Edi Sahputra. (Raden Nuh Triomacan2000 Ajukan Penangguhan Penahanan)

    Raden Nuh dan Harry Koeshardjono disebut-sebut berkelahi di dalam tahanan Polda Metro Jaya. Namun, Kepala Subdit Cyber Crime Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hilarius Duha mengaku, tidak mengetahui informasi tersebut. "Saya tidak tahu info itu," ujarnya kepada Tempo, Selasa, 11 November 2014. (Timses Prabowo: @Triomacan2000 Bukan Buzzer Kami)

    Duha membenarkan bahwa polisi telah melakukan pemindahan sel terhadap salah satu tahanan. "Kemarin memang salah satunya dipindahkan," ujarnya. (Fan Trio Macan Sempat Tanya Akun @TrioMacan2000 )

    Raden Nuh, Harry Koeshardjono, dan Edi Sahputra adalah tersangka kasus pemerasan pejabat telekomunikasi. Mereka diduga sebagai pengelola akun Twitter @TrioMacan2000 yang telah bersalin menjadi @TM2000Back. Raden juga pendiri media online Asatunews.com dan akun Twitter @TM2000Back.

    Sejak awal Oktober 2014, Asatunews.com dan akun Twitter @TM2000Back rajin memuat informasi dugaan pelanggaran hukum PT Telkom. Tak lama setelah itu, Edi ditangkap polisi karena diduga memalak bos PT Telkom. Sedangkan Raden Nuh dan Hari Koes dilaporkan mengompas bos PT Tower Bersama Grup, Abdul Satar. Satar diminta menyetorkan uang sebesar Rp50 juta dan Rp300 juta secara bertahap.

    Ketiganya kini ditahan di Polda Metro Jaya. Dari hasil penangkapan dan penggeledahan, ketiganya dijerat dengan pasal pemerasan. Sedangkan Raden dikenakan juga pasal Tindak Pidana Pencucian Uang.

    Semula, mereka ditahan di sel yang sama. Namun sejak kemarin, Harry dipindahkan ke ruang tahanan lain, sehingga terpisah dengan kedua rekannya. Duha mengaku tak mengetahui alasan pemindahan itu.

    NINIS CHAIRUNNISA

    Terpopuler:
    Ahok: FPI Tak Cerminkan Islam Rahmatan lil alamin

    Disuruh Geser Ahok, Fahrurrozi: Itu Darurat

    Transjakarta Tak Larang Praktek Percaloan Tiket

    Antasari Azhar Gugat Praperadilan Polda Metro


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.