Sanksi bagi Pelanggar Aturan Keselamatan KA Belum Ada

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kereta Api (Unay)

    Ilustrasi Kereta Api (Unay)

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), Eva Chairunnisa, mengakui bahwa tak ada sanksi bagi penumpang kereta yang melanggar aturan keselamatan. "Secara hukum tidak bisa diterapkan seperti begitu. Kalau ada standar direksi, mungkin bisa,"ujar Eva ketika dihubungi Tempo, Rabu, 12 November 2014.

    Kalaupun ada aturan yang berkekuatan hukum, menurut Eva, aturan itu akan percuma bila tak ada kesadaran penumpang. Peraturan lain yang sudah ada sekarang pun, kata dia, sering dilanggar.

    Salah satunya adalah peraturan tentang peringatan kereta datang. Eva mengatakan banyak penumpang yang mengabaikan peringatan dan tanda dari petugas saat kereta masuk ke stasiun. "Mau dibuatkan aturan bagaimana pun, denda setinggi apa pun, kalau (penumpang) tidak sadar keselamatan, ya, percuma,"ujarnya.

    Tadi pagi, di Stasiun Citayam, Depok, seorang pria bernama Akhfian Mustika, 34 tahun, tertabrak kereta. Ia tertabrak saat buru-buru menyeberang dari satu peron ke peron lainnya.

    DEWI SUCI RAHAYU

    Berita terpopuler:
    Disuruh Geser Ahok, Fahrurrozi: Itu Darurat  
    Rizieq: Dia Ajak Berunding, Kami Mau Ahok Turun  
    Pelawak Tessy Bisa Dipenjara Seumur Hidup
    DKI Gandeng Google Pantau Lalu Lintas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.