Ahok: Beda Gubernur dan PLT Hanya Rp 1 Juta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi (kanan) dan Ahok seusai dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di ruang rapat Gubernur, Jakarta, 15 Oktober 2012. TEMPO/Tony Hartawan

    Jokowi (kanan) dan Ahok seusai dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di ruang rapat Gubernur, Jakarta, 15 Oktober 2012. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan tak mempersiapkan apa pun menjelang pelantikan dirinya menjadi gubernur. Jika dilantik, ia berujar masih akan menggunakan Pakaian Dinas Upacara Kepala Daerah atau Wakil Kepala Daerah yang dikenakannya saat pelantikan pada 2012 lalu.

    "Bajunya masih pas, jas, celana, dan sepatu juga masih sama," kata Ahok, sapaan Basuki, di Balai Kota, Jumat, 14 November 2014. (Baca: Ahok didukung MUI, Asal...)

    Pakaian yang dimaksud Ahok yakni seragam putih dan pantofel putih khas kepala daerah. Kepala daerah dan wakilnya biasanya akan menggunakan topi hitam saat dilantik. Ahok menuturkan pelantikan tersebut sebenarnya tak memberikan perubahan signifikan bagi tugas dan kewajibannya.

    Alasannya, kata Ahok, jabatan pelaksana tugas yang diembannya saat ini juga sudah mencantumkan hak dan kewajiban yang sama dengan gubernur. "Kuasanya sama, cuma beda gaji Rp 1 juta," kata dia.

    Pelantikan Ahok akan digelar setelah rapat paripurna pengumuman pelantikannya sebagai gubernur. Dewan akan menyurati Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Dalam Negeri untuk mempersilakan menggelar pelantikan tersebut. (Baca: Ahok Dilantik, FPI Demo)

    Selain itu, menurut Ahok, pelantikan yang menjadi perdebatan itu sebenarnya hanya mekanisme penetapan saja. Ia memilih tetap melaksanakan tugas dan mengabaikan silang pendapat yang terjadi di antara para anggota Dewan. "Pokoknya saya kerja saja," kata Ahok.


    LINDA HAIRANI

    Berita penting lain:
    Ruhut: Bubarkan Saja FPI
    KTT G20, Para Pemimpin Dunia Mendarat di Brisbane
    Priyo Budi Tersanjung Diunggulkan Pimpin Golkar
    Mothy Minta Foto Bareng SBY dari Atas Motor


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.