Di Mimbar Masjid, Pria Ini Pimpin Doa Tolak Ahok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sidang Paripurna Istimewa DPRD penetapan Ahok sebagai Gubernur DKI di Gedung DPRD, Jakarta, 14 November 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Suasana sidang Paripurna Istimewa DPRD penetapan Ahok sebagai Gubernur DKI di Gedung DPRD, Jakarta, 14 November 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu pengurus Masjid Nurul Ikhlas di Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mengajak jemaah masjid tersebut mendoakan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok agar gagal dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta. Ajakan pengurus masjid bernama Jali ini dilontarkan sesaat sebelum salat Jumat dimulai.

    "Mari, di hari Jumat yang suci ini, kita doakan agar Ahok dibatalkan pelantikannya," ujar Jali di mimbar khotbah, Jumat, 14 November 2014. Menurut Jali, Ahok tidak pantas menjadi gubernur karena nonmuslim. "Kita sebagai umat Islam jangan mau dipimpin oleh orang kafir seperti Ahok."

    Jali merupakan pengurus senior Masjid Nurul Ikhlas. Dia mengklaim sudah menyampaikan aspirasi penolakan Ahok kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta. 

    Ahok mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pendamping Joko Widodo dalam pemilihan kepala daerah 2012. Mereka terpilih setelah mengalahkan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Namun, belum genap dua tahun menjabat, Jokowi mencalonkan diri sebagai Presiden Indonesia dan terpilih. Konsekuensinya, Jokowi harus mundur dari jabatan gubernur.

    Sepeninggal Jokowi, muncul polemik ihwal orang yang berhak mengisi kursinya sebagai DKI-1. Polemik itu berkaitan dengan pengesahan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah oleh Dewan Perwakilan Rakyat yang disusul penerbitan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perpu) perihal beleid tersebut oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelum meninggalkan posisi RI-1.

    Kelompok pendukung Jokowi menilai Ahok otomatis menempati posisi Gubernur DKI karena pemilihan kepala daerah yang dia ikuti berlangsung sebelum perpu itu diterbitkan. Sedangkan kubu yang berseberangan dengan Jokowi kukuh berpendapat Ahok tak bisa langsung menjadi gubernur.

    Silang pendapat itu masih terjadi sampai hari ini, saat DPRD Jakarta menggelar rapat paripurna untuk mengumumkan pengangkatan Ahok sebagai gubernur. (Baca: Ahok Dilantik, FPI Keluarkan Tiga Ancaman) Namun Jali dan kelompoknya tetap menilai Ahok tidak layak menjadi gubernur. Mereka tetap akan melakukan berbagai cara untuk menggagalkan pelantikan Ahok. (Baca: Diumumkan sebagai Gubernur, Begini Komentar Ahok)

    REZA ADITYA

    Berita lain:
    Malaysia Kuasai 3 Desa, Pemda Nunukan Pasrah 
    Kontras Laporkan FPI ke Komnas HAM 
    MUI Tak Setuju FPI Dibubarkan, Mengapa?




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kakak Adik Marc dan Alex Marquez di Tim Honda, Tandem atau Rival?

    Honda resmi menunjuk Alex Marquez menjadi tandem Marc Marquez. Adik dan Kakak itu akan bertandem dalam satu tim. Atau akan bersaing?