Kecelakaan Maut Puncak, Atlet Karate Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Guntur Siregar (kiri). twittwer.com

    Guntur Siregar (kiri). twittwer.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Satu dari lima korban yang tewas dalam kecelakaan maut di Jalan Raya Puncak, Bogor, adalah Guntur Siregar. Guntur merupakan atlet karate nasional yang ikut dalam Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan. (Baca: Kecelakaan di Puncak, Bogor, Lima Orang Tewas)

    Bahkan, menurut Hendrik Sirait, Sekretaris Majelis PBHI Jakarta, Guntur, atlet asal Riau, merupakan peraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional 2012 di Riau. "Korban peraih medali emas di PON Riau kemarin," kata Hendrik saat dihubungi, Sabtu, 15 November 2014.

    Selain berprofesi sebagai atlet, ujar Hendrik, korban juga tengah menempuh pendidikan pascasarjana di Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia. Selain Guntur, korban tewas lainnya, yakni Robi Sirait dan Riki Paskalis, juga tengah menempuh pendidikan pascasarjana hukum UKI. (Baca: Kecelakaan, Wartawan Tempo Wafat)

    Ketiga korban tersebut, Hendrik mengimbuhkan, tengah mengikuti perekrutan calon keanggotaan Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI) cabang Jakarta. Sesuai tradisi, sebelum resmi menjadi anggota, semua calon mengikuti pelatihan hak asasi manusia di kawasan Mega Mendung, Puncak, Bogor, Jawa Barat.

    Tengah malam, tutur Hendrik, ketiga korban berangkat menggunakan mobil Honda Jazz menuju Puncak. Selain ketiga calon anggota PBHI, di mobil tersebut juga ada Ketua PBHI Jakarta Poltak Sinaga dan Kepala Divisi Advokasi Simon Tambunan. Guntur mengemudi mobil, Poltak duduk di depan, di samping Guntur; sedangkan Simon duduk persis di belakang kursi Guntur. Kedua korban lain duduk di sebelah Simon. (Baca: Mobil Terjun ke Jurang, Dua Petugas Pemadam Tewas)

    Hendrik mengatakan Guntur mengendarai mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi. Sekitar pukul 01.00, Sabtu dinihari, 15 November 2014, tepat di Jembatan Jonggol, Ciawi, dari arah berlawanan melintas truk dengan kecepatan tinggi juga. Kecelakaan pun tidak dapat dihindari. "Sudah kayak adu banteng," ujar Hendrik.

    Mobil Honda Jazz yang dikendarai Guntur ringsek. Guntur sendiri tewas seketika di tempat kejadian. Menurut Hendrik, petugas kepolisian cukup kesulitan mengevakuasi Guntur. "Posisinya terjepit pintu, jadi sulit," ucapnya.

    Selain Guntur, Robi dan Riki juga tewas seketika. Sopir truk dan seorang pengendara sepeda motor juga meninggal di tempat kejadian. Sedangkan Poltak dan Simon selamat dari kecelakaan itu. Keduanya kini tengah dirawat intensif di Rumah Sakit Ciawi, Bogor.

    ERWAN HERMAWAN

    Berita lainnya:
    Di Mimbar Masjid, Pria Ini Pimpin Doa Tolak Ahok
    Ahok Akan Dilantik, FPI: Itu di Tangan Tuhan
    Unhas Geger, Guru Besar dan Mahasiswi Nyabu
    Ruhut: Bubarkan Saja FPI
    Asus Zenfone 4S, Tangguh Berkat Chipset Intel


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.