Blusukan, Menteri Basuki Cek Persiapan Banjir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri PU dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    Menteri PU dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono melakukan blusukan ke Kali Ciliwung, Sabtu, 15 November 2014. Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian PU dan Perumahan, Djoko Mursito, mengatakan blusukan dilakukan untuk mengecek kesiapan banjir.

    "Pak Menteri mengecek persiapan banjir, karena ada beberapa proyek yang masih dikerjakan," kata Djoko kepada Tempo, Sabtu. (Baca: Pantau Banjir, DKI Pasang CCTV)

    Djoko menjelaskan, beberapa tempat yang didatangi Menteri Basuki adalah pintu air Manggarai, Waduk Melati, Waduk Setiabudi, dan kawasan langanan banjir, Kampung Pulo. "Di Kampung Pulo itu ternyata warga sudah tidak tinggal di bantaran Kali lagi, tapi di Kalinya, makanya banjir," ujarnya.

    Untuk itu, Menteri Basuki meminta warga segera direlokasi agar proyek normalisasi Ciliwung di kawasan Kampung Pulo dapat berjalan. "Tapi, masih menunggu Rusunawa di Kampung Melayu, Jatinegara, rampung. Diperkirakan awal tahun depan sudah rampung. Jadi, warga bisa segera dipindah," kata Djoko.

    Selama sepekan ini, sebanyak 7 RW dari 8 RW di Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, sudah empat kali dilanda banjir. Ketinggian banjir bervariasi dari 30 sampai 200 sentimeter. Namun, belum ada warga yang mengungsi. (Baca: Proyek Bendungan di Jambi Terganjal Masjid)

    AFRILIA SURYANIS

    Berita Lain
    Ahok Akan Dilantik, FPI: Itu di Tangan Tuhan
    G20, Sofyan Djalil Tak Setuju Usulan Menteri Susi
    Menko Sofyan: Hanya yang Berkepentingan Boleh Ikut Jokowi
    Jokowi Berbisik, Xi Jinping pun Luluh  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.