Kejaksaan Selidiki Pencucian Uang Udar Pristono

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung tengah menyelidiki aliran dana tersangka kasus korupsi pengadaan bus Transjakarta, Udar Pristono. Penelusuran dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) itu terhadap empat lokasi tempat tinggal milik tersangka, yakni di Komplek Liga Mas, Pancoran, Jakarta Selatan; Jalan Wijaya, Kebayoran Baru; Cipinang Elok, Jakarta Timur; serta dua unit Apartemen Casablanka. (Baca: Aset Udar Pristono Tersebar di Jakarta dan Bogor)

    "Kami melakukan penggeldahan di tempat tinggal itu, karena diduga ada aliran dana pencucian uang tersangka UP (Udar Pristono)," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Tony Spontana, kepada Tempo, Sabtu, 15 November 2014.

    Dari penggeledahan itu, penyidik menyita beberapa dokumen terkait yang dapat dijadikan alat bukti berupa akte kepemilikan tanah dan dokumen pendudukan dari Kelurahan Melawai. "Itu untuk membuktikan aset itu milik siapa dan apakah sesuai dengan yang kami curigai," ujar Tony. (Baca: Penyidik Sita Dokumen Jual-Beli di Rumah Udar)

    Selain itu, penyidik juga menyita dua unit Apartemen Casablanca dan tiga buah handphone. "Ini semua berdasarkan pelaporan dari PPATK," ujarnya.

    Namun, Tony belum dapat memastikan apakah akan ada tersangka baru terkait tindak pidana pencucian uang Udar Pristono. "Penyidik masih menelusuri aliran dananya yang mengarah ke orang-orang tertentu atau tidak berhak," ujarnya.

    Untuk kasus pengadaan bus Transjakarta, tahun anggaran 2012, Kejaksaan Agung sudah menetapkan tiga tersangka lain, yakni Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dishub DKI Jakarta Gusti Ngurah Wirawan, mantan pegawai Dishub DKI Jakarta Hasbi Hasibuan, serta Direktur Utama PT Saptaguna Gunawan.(Baca: Hakim Putuskan Udar Tetap Ditahan)

    Sementara dalam kasus anggaran 2013, Kejaksaan Agung telah menetapkan empat tersangka termasuk Udar. Tiga tersangka lain adalah Direktur Pusat Transportasi di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Prawoto, pejabat Pembuat Komitmen Pengadaan Bus Peremajaan Angkutan Umum Reguler dan Armada Bus Drajat Adhyaksa, serta ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Bidang Pekerjaan Konstruksi 1 Dinas Perhubungan DKI Jakarta Setyo Tuhu.

    AFRILIA SURYANIS

    Berita Lain
    Jokowi Berbisik, Xi Jinping pun Luluh 
    G20, Jokowi: Ikut Juga Belum, Sudah Disuruh Keluar 
    Ada Gempa, Jokowi Telepon Maluku-Sulut-Gorontalo
    Pamer Foto, Abbot Salah Mention Akun Jokowi  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.