Ini Empat Daerah Paling Rawan Banjir di Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beberapa anak bermain air saat kampung mereka tengah terendam banjir  di kampung pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa 11 November 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Beberapa anak bermain air saat kampung mereka tengah terendam banjir di kampung pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa 11 November 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO , Jakarta: Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, Teuku Iskandar, mengatakan ada empat titik di Jakarta yang terancam banjir, memasuki musim penghujan ini. Empat titik itu merupakan daerah langganan banjir dari tahun ke tahun karena terletak di bantaran Sungai Ciliwung.

    "Yakni Kampung Pulo, Kalibata, Rawajati, dan sekitar Cipulir," kata Teuku saat dihubungi Tempo, Sabtu, 15 November 2014.

    Iskandar menegaskan, bahwa Kampung Pulo terus jadi langganan banjir karena letaknya berada di palung dan bantaran Sungai Ciliwung. "Dan hingga hari ini normalisasinya belum selesai ditangani. Sehingga ketika Pintu Air Katulampa Siaga III, Kampung Pulo terendam," katanya. (Baca: Pantau Banjir, DKI Pasang CCTV)

    Iskandar mengatakan, normalisasi baru selesai ditangani pada 2016 nanti. Ia juga menambahkan, bahwa selain melakukan normalisasi Sungai Ciliwung dari hulu ke hilir, pemerintah juga sedang berusaha mengantisipasi banjir dengan menambah Pintu Air Manggarai, Karet, dan melakukan normalisasi di Sunga lain seperti Ciliwung lama, Pesanggrahan, Angke, dan Sunter.

    Sebelumnya, cuaca Jakarta mulai memasuki musim hujan. Beberapa tempat masih aman dari ancaman banjir. Namun beberapa lainnya sudah mulai tergenang, antara lain Kampung Pulo.

    Hujan deras yang melanda wilayah Jakarta Timur Senin malam, 10 November 2014 telah menyebabkan 71 rumah yang terletak di pinggir Kali Ciliwung, RW 03, Kampung Pulo, Jatinegara, kebanjiran.

    FEBRIANA FIRDAUS

    Berita Lain
    Ahok Akan Dilantik, FPI: Itu di Tangan Tuhan

    G20, Sofyan Djalil Tak Setuju Usulan Menteri Susi

    Menko Sofyan: Hanya yang Berkepentingan Boleh Ikut Jokowi

    Jokowi Berbisik, Xi Jinping pun Luluh  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.