Ahok Masih Belum Tahu Kapan Akan Dilantik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok beraktifitas di ruang kerjanya, Gedung Pemprov DKI Jakarta, Jakarta, 21 November 2012. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok beraktifitas di ruang kerjanya, Gedung Pemprov DKI Jakarta, Jakarta, 21 November 2012. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku belum tahu pasti kapan akan dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta. Pelantikan Ahok dijadwalkan berlangsung besok, tapi ada kabar pelantikan ditunda hingga Rabu, 19 November 2014. "Kami belum tahu pelantikan besok atau Rabu," kata Ahok seusai apel pagi di lapangan Kepolisian Daerah Metro Jaya, Senin, 17 November 2014.

    Menurut Ahok, yang pasti, Presiden Joko Widodo akan melantik dia di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI dan Istana Negara. (Baca juga: Hari Ini Polisi-TNI Apel Kawal Pelantikan Ahok)

    Ahok mengatakan surat pelantikannya sudah sampai di Sekretariat Negara. Ahok mengatakan Jokowi akan menggelar rapat terlebih dulu dengan jajaran menteri sebelum melantik dia. (Baca juga: Ini Prioritas Ahok Setelah Menjadi Gubernur )

    Ahok menegaskan, pelantikannya tidak dipengaruhi Rapat Paripurna DPRD DKI. "Tidak ada urusan dengan paripurna. Pelantikan gubernur ini langsung dari presiden," ujar Ahok. (Baca juga: Bagaimana Kubu Prabowo Hadang Ahok di DKI?)

    Sebelumnya, langkah Ahok untuk menjadi gubernur terus mendapat halangan dari Koalisi Prabowo yang duduk di DPRD DKI Jakarta dan beberapa organisasi kemasyarakatan, seperti Front Pembela Islam.

    PAMELA SARNIA

    Berita lain:
    NU Halalkan Aborsi Janin Hasil Perkosaan
    Jokowi Bahas Industri Pertahanan dengan Merkel
    Gubernur Ganjar Khawatir Banyak Kades Dipenjara

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.