TNI-Polri Siaga 1 Hadapi Banjir Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Plt Gubernur DKI, Basuki T. Purnama alias Ahok (kanan), Pangdam Jaya Mayjen Agus Sutomo (tengah), dan Kapolda Metro Jaya Irjen Unggung Cahyono saat apel di Lapangan Polda Metro Jaya, Jakarta, 17 November 2014. Apel tersebut bertujuan untuk antisipasi banjir dan pengamanan pelantikan Gubernur di Jakarta. TEMPO/Dasril Roszandi

    Plt Gubernur DKI, Basuki T. Purnama alias Ahok (kanan), Pangdam Jaya Mayjen Agus Sutomo (tengah), dan Kapolda Metro Jaya Irjen Unggung Cahyono saat apel di Lapangan Polda Metro Jaya, Jakarta, 17 November 2014. Apel tersebut bertujuan untuk antisipasi banjir dan pengamanan pelantikan Gubernur di Jakarta. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima Daerah Militer Jakarta Raya Mayor Jenderal Agus Sutomo menyatakan militer dan kepolisian siap menghadapi banjir saat musim hujan di Jakarta. Sebanyak 14.500 personel disiapkan untuk menanggulangi ancaman tersebut. "Hari ini kami siap atau siaga 1," kata Agus seusai apel pagi di lapangan Kepolisian Daerah Metro Jaya, Senin, 17 November 2014.

    Sebanyak 10.184 personel gabungan dari TNI dan Kepolisian RI serta Satuan Polisi Pamong Praja dan tim SAR Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengikuti apel. Untuk kesiapan mitigasi banjir, kata Agus, Kodam Jaya mengerahkan 14.500 prajurit yang terdiri atas personel Kodam Jaya, Kopassus, Kostrad, dan Marinir.

    Agus menambahkan, berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, pada awal 2014, sebanyak 48.263 jiwa terkena dampak banjir.

    Jumlah tersebut setara dengan 10.520 kepala keluarga. Dari jumlah itu, 3.724 di antaranya mengungsi ke 140 titik lokasi. Daerah yang terendam banjir meliputi 564 rukun tetangga, 349 rukun warga, 74 kelurahan di 30 kecamatan. Total kerugian mencapai Rp 15 triliun.

    Data tersebut, kata Agus, menunjukkkan bahwa banjir masih menjadi masalah besar Ibu Kota. "Tahun ini, Kota Jakarta akan lebih siap menghadapi banjir," katanya.

    Berdasarkan evaluasi dampak banjir sebelumnya, kata Agus, pemilihan titik pengungsian akan diatur agar tidak mengganggu lalu lintas. "Ke depannya, tidak ada tempat pengungsian di pinggir jalan atau sepanjang jalan," ujarnya.

    Pekan depan, ujar dia, TNI dan polisi akan bersama-sama mengadakan apel besar mengenai kesiapan menghadapi banjir di Monumen Nasional. Beberapa perengkapan evakuasi banjir disiapkan tim SAR Air. Misalnya, perahu rakit khusus Joko Tingkir, perlengkapan selam, dan perahu karet. Adapun tim SAR Darat menyiapkan perlengkapan berupa lampu penerangan, radio handy talky, megafon, tenda darurat serta perlengkapan pionir, seperti senter dan rompi.

    PAMELA SARNIA

     Berita Terpopuler :

    Faisal Basri Jadi Ketua Tim Pembasmi Mafia Migas
    SBY Minta Kader Demokrat Loyal ke Jokowi
    Kata Romo Benny Soal Muslim AS yang Salat di Katedral
    Pimpin Tim Anti-Mafia Migas, Ini Kata Faisal Basri
    Pertama Kali, Muslim Amerika Jumatan di Katedral
    NU Halalkan Aborsi Janin Hasil Perkosaan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.