Begini Aliran Uang Kasus Bus Transjakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi mengatur lalulintas saat bus Transjakarta gandeng alami patah sambungan di kawasan Jatinegara, Jakarta, 7 Agustus 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Polisi mengatur lalulintas saat bus Transjakarta gandeng alami patah sambungan di kawasan Jatinegara, Jakarta, 7 Agustus 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Andreas Eman, pejabat pengadaan dan pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) pengadaan bus Transjakarta 2013, mengatakan pernah menerima cek sebesar Rp 7 miliar. Duit itu, ujarnya, sebagai pembayaran biaya tim teknis dan pengendalian teknis. (Baca: Kejaksaan Selidiki Pencucian Uang Udar Pristono)

    "Sebanyak Rp 4 miliar diambil lagi oleh atasan saya PPK, Drajad Adyaksa," ujarnya ketika bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, 17 November 2014. Drajad sendiri sudah menjadi terdakwa atas kasus korupsi pengadaan bus Transjakarta ini.

    Eman mengatakan selain Rp 4 miliar tadi, Drajad juga beberapa kali memerintahkan pengembalian duit Rp 7 miliar tersebut. Di antaranya adalah Rp 969 juta dan Rp 505 juta pada tanggal 7 Januari 2014, Rp 91 juta pada tanggal tanggal 28 Januari 2014, dan Rp 288 juta pada bulan Februari 2014. (Baca: Transjakarta Siapkan Bus Tingkat Gratis di Thamrin)

    "Semua berdasarkan perintah atasan saya (Drajad) secara lisan," katanya. Drajad, kata Eman, memerintahkan dirinya mengembalikan duit tersebut dengan alasan kelebihan dan tidak terserap. Pun, Eman mengaku hanya menerima Rp 9 juta.

    R. Drajad Adhyaksa sendiri selaku Pejabat Pembuat Komitmen proyek pengadaan bus Transjakarta pada tahun 2013 didakwa oleh jaksa yang diketuai oleh Erni Veronica melakukan korupsi yang merugikan negara. Kerugian mencapai Rp 392 miliar dari akumulasi 4 paket pengadaan bus. (Baca: Ini Prioritas Ahok Setelah Menjadi Gubernur)

    ANDI RUSLI

    Terpopuler
    Bagaimana Kubu Prabowo Hadang Ahok di DKI?
    Kesamaan Skandal Sabu Profesor Unhas dan Tessy
    Tak Semua Warga Ria Rio Bisa Masuk Rusunawa
    Pedagang Kota Tua Bayar Retribusi Pakai Kartu ATM
    Disetujui Polisi, Tessy Masuk Rehabilitasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.