Pujian ke Ahok: Lebih Islami ketimbang Muslim  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Belitung Timur, Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disapa Ahok, berpose pada sesi pemotretan untuk Tokoh yang Mengubah Indonesia 2006 Majalah Tempo di Jakarta, 19 Desember 2006. dok. TEMPO/ Hendra Suhara

    Bupati Belitung Timur, Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disapa Ahok, berpose pada sesi pemotretan untuk Tokoh yang Mengubah Indonesia 2006 Majalah Tempo di Jakarta, 19 Desember 2006. dok. TEMPO/ Hendra Suhara

    TEMPO.CO, Jakarta - Sambutan meriah dilayangkan peserta Muktamar Ikatan Pelajar Muhammadiyah ke-19 kepada Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok,yang hadir di lokasi Muktamar di Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka, Jakarta Timur, Senin, 17 November 2014. Ahok berkali-kali menerima tepuk tangan meriah dari para peserta. (Baca: Ditolak FPI, Ahok: Tuhan Saja Enggak Semua Suka)

    Peserta Muktamar bernama Irmawati, misalnya, menyebut Ahok lebih islami ketimbang beberapa muslim. Ahok, kata peserta asal Aceh itu, adalah pemimpin yang disyaratkan ajaran Islam: jujur, dapat dipercaya, menyampaikan, dan pintar. "Pak Ahok bisa mengaplikasikannya dibanding kami yang muslim," ujar Irmawati. (Baca: Banyak Kerjaan, Ahok Males Ngomongin FPI)   

    Komentar Irmawati langsung disambut tepuk tangan meriah oleh ratusan pelajar dan mahasiswa yang hadir dalam perhelatan tersebut. Respons ini seperti bertolak belakang dengan sikap Front Pembela Islam. Organisasi masyarakat itu berkukuh menolak Ahok menjadi gubernur lantaran tidak beragama Islam dan berasal dari etnis Tionghoa. (Baca juga: Ahok Banjir Pujian di Muktamar Muhammadiyah

    Adapun Ahok tak ambil pusing melihat FPI terus menolak dia menjadi pemimpin Jakarta. Penolakan itu menjadi bukti bahwa demokrasi berjalan di negeri ini. Selama penolakan tidak dibarengi tindakan anarkistis, Ahok tidak mempermasalahkan. "Tuhan saja enggak semua orang suka. Buktinya, rumah ibadah saja enggak penuh juga, kan?"

    Mantan Bupati Belitung Timur itu mengaku memiliki kekurangan menjadi pemimpin Jakarta. Sebab, ia berpendapat, tidak ada pemimpin yang seratus persen sempurna. "Syarat menjadi presiden dan gubernur itu mendapat dukungan 50 persen plus satu. Kalau seratus persen, enggak ada yang menjadi presiden dan gubernur," tutur Ahok. (Baca: Ahok Pastikan Dilantik Besok)

    LINDA HAIRANI

    Berita Terpopuler
    Kata Romo Benny Soal Muslim AS yang Salat di Katedral
    SBY Minta Kader Demokrat Loyal ke Jokowi
    Pertama Kali, Muslim Amerika Jumatan di Katedral 
    Menteri Susi Akui Dipilih Jokowi karena Gila 
    Bagaimana Kubu Prabowo Hadang Ahok di DKI?  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.