Isu Harga BBM Naik, SPBU di Jakarta Padat Antrean

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrean panjang pengendara bermotor mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Jalan Proklamasi, Depok, Jawa Barat, 26 Agustus 2014. Antrean itu disebabkan kelangkaan BBM Bersubsidi menyusul diberlakukannya pemangkasan kuota BBM Bersubsidi. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Antrean panjang pengendara bermotor mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Jalan Proklamasi, Depok, Jawa Barat, 26 Agustus 2014. Antrean itu disebabkan kelangkaan BBM Bersubsidi menyusul diberlakukannya pemangkasan kuota BBM Bersubsidi. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar yang menyebutkan pemerintah akan menaikkan harga bahan bakar minyak pada Senin, 17 November 2014, menyebabkan warga Jakarta menyerbu stasiun pengisian bahan bakar umum. Sejumlah SPBU mulai dipadati antrean warga. (Baca: JK: Kenaikan Harga BBM Tinggal Tunggu Pengumuman)

    Berdasarkan pantauan Tempo pada pukul 19.30 WIB di SPBU 34.10402, Jalan Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, lebih dari 25 sepeda motor mengantre untuk mengisi Premium. Antrean ini mengular hingga mendekati jalan raya. Salah seorang pengendara motor, Devi Saswati, mengatakan telah mengetahui isu kenaikan harga BBM malam ini. "Tapi enggak tahu naik jadi berapa," ujarnya.

    Begitu pula dengan Maisuah. Warga Manggarai ini berniat mengisi penuh tanki motornya setelah mendengar isu kenaikan harga BBM malam ini. "Katanya naik malam ini. Saya isi saja sekalian sampai penuh," tuturnya. (Baca: Kenaikan Harga BBM, Begini Hitungan Faisal Basri)

    Di SPBU tersebut, harga Premium masih Rp 6.500 per liter, sementara harga Pertamax Rp 10.500 per liter. Tak terlihat polisi yang berjaga di tempat ini jelang kenaikan harga BBM. Suvyandi, pegawai SPBU itu, membenarkan adanya isu harga bensin akan naik malam ini. "Katanya nanti jam setengah sebelas jadi Rp 9.500," katanya. "Nanti bakal ganti pajangan harga di depan."

    INDRI MAULIDAR

    Berita Terpopuler
    Kata Romo Benny Soal Muslim AS yang Salat di Katedral
    Pertama Kali, Muslim Amerika Jumatan di Katedral 
    Menteri Susi Akui Dipilih Jokowi karena Gila  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.