BBM Naik Rp 2.000, Tarif Angkutan Naik Pekan Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kopaja AC 602 Rute Ragunan-Monas. ANTARA/M Agung Rajasa

    Kopaja AC 602 Rute Ragunan-Monas. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Perhubungan DKI Jakarta berencana menaikkan tarif angkutan umum kendaraan bermotor. Kenaikan ini merupakan dampak dari naiknya harga bahan bakar minyak bersubsidi yang diberlakukan per hari ini. (Baca: SPBU di Jakarta Selatan Tak Ada Antrean Panjang)

    "Kami usahakan dalam minggu ini (kenaikannya)," kata Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan DKI Jakarta Emanuel K. melalui pesan pendek, Selasa, 18 November 2014.

    Menurut Emanuel, saat ini lembaganya sedang menunggu surat permohonan kenaikan tarif dari Organisasi Angkutan Darat DKI. Setelah masuk, permohonan itu akan dibahas pihaknya. Tarif angkutan umum akan dinaikkan berdasarkan hasil perhitungan Dinas Perhubungan. "Tak ada ketentuan maksimal naik berapa persen," katanya. (Baca: Harga BBM Naik, Polisi Siaga I)

    Saat ini, kata dia, Dinas Perhubungan dan Dewan Transportasi Kota Jakarta sedang mensurvei dampak kenaikan harga BBM bersubsidi terhadap industri kendaraan, misalnya harga suku cadang dan kendaraan itu sendiri. Hasil survei ini akan menjadi salah satu bahan bagi pemerintah untuk mengkaji jumlah kenaikan tarif nanti.

    Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 2.000 per liter untuk jenis Premium dan solar semalam. Harga Premium yang semula Rp 6.500 naik menjadi Rp 8.500. Sedangkan solar dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500. (Baca: Harga BBM Naik, Mahasiswa Mulai Menggelar Demo)

    NUR ALFIYAH
    Terpopuler
    Kesamaan Skandal Sabu Profesor Unhas dan Tessy
    Begini Aliran Uang Kasus Bus Transjakarta 
    Relokasi, Ahok: Pendatang Pulang Kampung Saja 
    Harga BBM Naik, Mahasiswa Mulai Menggelar Demo 
    Harga BBM Naik, Polisi Siaga I  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.