3 Kartu Jokowi Kalah Sakti Dibanding KPS 2013

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kartu Perlindungan Sosial (KPS). ANTARA/Jessica Helena Wuysang

    Kartu Perlindungan Sosial (KPS). ANTARA/Jessica Helena Wuysang

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajer Sumber Daya Manusia PT Pos Indonesia Jakarta Barat Ida Riyani mengatakan pembagian bantuan dana sosial bagi masyarakat tidak mampu masih menggunakan Kartu Perlindungan Sosial (KPS). (Baca: Beda Jokowi dan SBY dalam Umumkan Kenaikan BBM)

    "Kami belum menggunakan tiga kartu baru, " katanya di Kantor Pos Besar Jakarta Barat, Selasa, 18 November 2014.

    "Data penerima bantuan masih menggunakan database tahun 2013," ujarnya.

    Menurut Ida, penerima bantuan diseleksi petugas pos dengan mencocokkan data yang dimiliki PT Pos dengan kartu yang dibawa masyarakat. Untuk sementara, kata Ida, bantuan dana bagi masyarakat kurang mampu baru diterima oleh 2.138 orang di Jakarta Barat. (Baca: Harga Premium Kini Rp 8.500, Solar Rp 7.500)

    Kantor Pos Besar Jakarta Barat melayani tiga kecamatan di wilayah Jakarta Barat, seperti Grogol Petamburan, Kedaung Kali Angke, dan Wijaya Kesuma. Penerima bantuan di Jakarta Barat dilayani oleh 25 kantor pos di wilayah tersebut.

    "Wilayah Kapuk sementara ini yang menjadi paling banyak, 300 pemegang Kartu Perlindungan Sosial," katanya. (Baca: Menteri Tjahjo: Masalah E-KTP, Basis Datanya Ganda)

    SAID HELABY

    Terpopuler
    Begini Aliran Uang Kasus Bus Transjakarta  
    Harga BBM Naik, Mahasiswa Mulai Menggelar Demo  
    Ahok Tetapkan Upah Minimum DKI Rp2,7 Juta
    Harga BBM Naik, Demonstran HMI Blokir Jalan Cikini
    Harga BBM Naik, Polisi Siaga I 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.