Jadi Gubernur, Ahok: Saya Tak Bisa Tiru Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memberikan keterangan kepada wartawan terkait majunya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi maju sebagai calon Presiden pada pemilu 2014 di Balaikota, Jakarta Pusat, Jakarta (14/3). Dalam keterangannya Ahok menyatakan siap menggantikan posisi Gubernur dan mendukung pencalonan Jokowi sebagai presiden dari partai PDI-P. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memberikan keterangan kepada wartawan terkait majunya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi maju sebagai calon Presiden pada pemilu 2014 di Balaikota, Jakarta Pusat, Jakarta (14/3). Dalam keterangannya Ahok menyatakan siap menggantikan posisi Gubernur dan mendukung pencalonan Jokowi sebagai presiden dari partai PDI-P. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan masih belum bisa meniru gaya Presiden Joko Widodo saat menghadapi masyarakat. Ahok--sapaan Basuki--mengaku tak bisa menahan diri untuk tak menyampaikan pendapatnya mengenai warga yang melanggar peraturan.

    "Saya akan langsung mengatakan hal pahitnya," kata Ahok, saat menemui warga RT 10 RW 04, Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa, 18 November 2014. (Baca: Jokowi Setuju Lantik Ahok)

    Ahok menyampaikan hal tersebut saat mengecek lokasi proyek sodetan yang akan dikerjakan di lingkungan tersebut. Kepada warga, ia meminta agar mereka pindah ke rumah susun sederhana sewa lantaran lokasi tersebut akan digusur untuk proyek sodetan. Ahok menuturkan memilih berterus terang ketimbang menutupi guna menarik simpati warga.

    Cara tersebut, kata Ahok, akan tetap dilakukan meski ia masih berniat mencalonkan diri sebagai gubernur pada periode selanjutnya. "Saya memang kasar, tapi saya tak suka membohongi rakyat," kata Ahok.

    Ahok meminta warga untuk pindah ke rumah susun sederhana sewa. Bagi warga yang memiliki lahan dengan sertifikat hak milik, ia mengingatkan agar mereka tak memberikan  komisi kepada Panitia Pengadaan Tanah di tingkat pemerintahan kota. "Tolong laporkan ke saya kalau ada yang minta komisi," kata Ahok.

    Sebelum tiba di Bidara Cina, Ahok juga menunjukkan sikap blakblakannya di lokasi pengerjaan sodetan Kampung Pulo, Jakarta Timur. Setibanya di lokasi, warga di seberang sungai meneriaki nama Ahok agar pria asal Belitung Timur menoleh ke arah mereka. Ahok memang menoleh ke arah mereka, namun dia tak mendengar hal yang diucapkan para warga. Ia justru mengomentari tempat tinggal warga. "Ini namanya tinggal di atas sungai," ujar Ahok sambil setengah berteriak. (Baca: Ahok: Warga Jakarta Tinggal di dalam Sungai)

    LINDA HAIRANI

    Berita Lainnya:
    Beda Jokowi dan SBY dalam Umumkan Kenaikan BBM
    Di Negara Ini Harga BBM Turun Tapi Tetap Mahal
    Begini, Alasan Harga BBM Dinaikkan pada November


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.