Saran Gubernur Ganjar untuk Ahok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Plt Gubenur DKI Jakarta, Basuki Thahja Purnama meninjau proyek normalisasi kali Ciliwung tahap satu di Jatinegara Barat, 18 November 2014. Kunjungan Ahok tersebut untuk melihat kesiapan dalam menghadapi musim hujan dan bencana banjir. TEMPO/Dasril Roszandi

    Plt Gubenur DKI Jakarta, Basuki Thahja Purnama meninjau proyek normalisasi kali Ciliwung tahap satu di Jatinegara Barat, 18 November 2014. Kunjungan Ahok tersebut untuk melihat kesiapan dalam menghadapi musim hujan dan bencana banjir. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama akan dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, siang ini, 19 November 2014. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sangat yakin Ahok mampu menyelesaikan beberapa persoalan di DKI Jakarta, terutama banjir, transportasi, dan permukiman kumuh.

    "Ahok itu orang yang sangat pemberani. Tapi dia juga rasional berpegang pada aturan-aturan yang ada," kata Ganjar kepada Tempo, Rabu, 19 November 2014. (Baca: Jelang Pelantikan, Ahok Ancam PNS Tak Jujur)

    DKI Jakarta memang memiliki problem yang banyak. Namun, ujar Ganjar, sumber daya di DKI Jakarta juga sangat besar. Ia mencontohkan, postur APBD DKI Jakarta yang mencapai Rp 80 triliun. Tahun depan, tutur Ganjar, APBD DKI Jakarta bisa menembus angka Rp 100 triliun. "Uang yang gede, kalau dikelola tepat sasaran, bisa membereskan PR (pekerjaan) besar," kata Ganjar.(Baca: Jelang Pelantikan, Ahok: Tak Ada Persiapan Khusus)

    Politikus yang pernah satu komisi di DPR dengan Ahok ini mencontohkan, beberapa hal yang harus dilakukan Ahok adalah memindahkan rumah-rumah kumuh, membersihkan sungai-sungai, dan mengatasi kemacetan. Ganjar memprediksi upaya Ahok membersihkan Jakarta tentu akan mendapat rintangan dan resistensi, terutama orang-orang lama yang sudah menikmati kondisi saat ini. "Ahok adalah orang baru yang memiliki visi dan misi baru," ujarnya. (Baca: Pelantikan Ahok, Ada Pengalihan Arus Lalu Lintas)

    Ganjar menuturkan, bila dalam upaya memperbaiki Jakarta ada pihak tertentu yang merintangi, Ahok bisa meminta bantuan masyarakat dan publik. "Dibuka saja. Masyarakat suruh menilai," kata Ganjar. Apalagi, ujar Ganjar, status Jakarta merupakan daerah istimewa dan ibu kota negara, jadi isu apa pun yang muncul akan selalu menarik.

    ROFIUDDIN

    Berita Lain
    Beda Jokowi dan SBY dalam Umumkan Kenaikan BBM 
    BEM Indonesia Akan Turunkan Jokowi 
    Ceu Popong Ajukan Pertanyaan 'Bodoh' di Paripurna 
    Subsidi BBM ke Sektor Produktif, Ekonom UGM: Bohong  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.