Jadi Gubernur, Ahok Punya 3 Pekerjaan Rumah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menunjukkan sepatu putihnya yang akan dipakai saat pelantikan dirinya sebagai Gubernur DKI Jakarta, di ruang kerjanya di Balai Kota, Jakarta, 18 November 2014. Ahok akan dilantik untuk menggantikan Joko Widodo, besok, di Istana Negara, Jakarta. Tempo/Arif Zulkifli

    Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menunjukkan sepatu putihnya yang akan dipakai saat pelantikan dirinya sebagai Gubernur DKI Jakarta, di ruang kerjanya di Balai Kota, Jakarta, 18 November 2014. Ahok akan dilantik untuk menggantikan Joko Widodo, besok, di Istana Negara, Jakarta. Tempo/Arif Zulkifli

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, menjelaskan, Basuki Tjahaja Purnama punya tiga pekerjaan rumah yang wajib diselesaikan setelah dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta. "Tiga pekerjaan rumah itu adalah menyelesaikan masalah banjir, layanan transportasi publik, dan reformasi birokrasi," kata Nirwono, Rabu, 19 November 2014.

    Menurut Nirwono, untuk menanggulangi banjir, Ahok wajib memperbaiki seluruh drainase di Jakarta. Sebab, saat ini hanya 33 persen saluran yang beroperasi normal. "Proyek perbaikan drainase sebatas pengerukan, tak ada perbaikan atau penambahan saluran baru," kata Nirwono.  

    Nirwono menuturkan permasalahan banjir yang tak kunjung tuntas disebabkan oleh fokus pengerukan sedimentasi yang hanya di Sungai Ciliwung. Padahal aliran sungai utama yang melintasi Jakarta masih ada Sungai Pesanggrahan, Angke, dan Sunter. Permasalahan bertambah rumit lantaran penghuni bantaran sungai kerap menolak direlokasi ke rumah susun.

    Selanjutnya: Hibah 1000 Bus


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.