Harga BBM Naik, Sopir Angkot Bogor Batal Mogok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga menunggu saat mengantri BBM jenis Premium di SPBU jalan Sholeh Iskandar, Bogor, Jawa Barat, Senin 17 November 2014. Tepat pukul 00.00 pada 18 November pemerintah resmi menaikkan harga BBM jenis Premium sebesar 2000 ribu rupiah dari 6500 menjadi 8500 rupiah. TEMPO/Lazyra Amadhea Hidayat

    Sejumlah warga menunggu saat mengantri BBM jenis Premium di SPBU jalan Sholeh Iskandar, Bogor, Jawa Barat, Senin 17 November 2014. Tepat pukul 00.00 pada 18 November pemerintah resmi menaikkan harga BBM jenis Premium sebesar 2000 ribu rupiah dari 6500 menjadi 8500 rupiah. TEMPO/Lazyra Amadhea Hidayat

    TEMPO.CO, Bogor - Pengusaha dan sopir angkutan umum di Bogor batal menggelar aksi mogok untuk memprotes kenaikan harga bahan bakar minyak. Alasannya, aksi protes dinilai tidak berguna lagi karena pemerintah kota dan kabupaten sudah menetapkan kenaikan tarif angkutan umum. "Karena tarif sudah dinaikkan, kami bersepakat membatalkan mogok," kata Rahmat, 35 tahun, sopir angkot 09 jurusan Sukasari-Ciparigi, Rabu, 19 November 2014.

    Selain itu, rencana mogok massal ini ditolak sopir dan pemilik angkot, karena mereka kehilangan pendapatan jika aksi jadi digelar. "Kami kan kerja bukan berdasarkan gaji bulanan, akan tetapi tergantung beroperasi atau tidaknya angkot, kalau kami tidak narik rugi karena bukan hanya tidak ada pendapatan akan tetapi juga pemilik bisa kekurangan setoran cicilan mobil," kata Rahmat.

    Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Organda Kota Bogor M. Ischak mengatakan seluruh angkot di Kota Bogor tetap beroperasi normal. "Karena kami sudah mendapatkan kepastian kenaikan tarif angkot," kata Ischak. (Baca juga: Dua Jurus Jokowi Redam Gejolak BBM Naik)

    Sekretaris Organda Kabupaten Bogor Wawan Gumelar juga memberikan penjelasan yang sama. "Sudah ada kesepakatan soal tarif, jadi sudah rencana mogok operasi dibatalkan," kata Wawan. (baca juga: BBM Naik, Berikut Energi Alternatif Penggantinya)

    M. SIDIK PERMANA

    Berita lain:
    BEM Indonesia Akan Turunkan Jokowi
    Beda Jokowi dan SBY dalam Umumkan Kenaikan BBM
    Ceu Popong Ajukan Pertanyaan 'Bodoh' di Paripurna


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.