BBM Naik, Tangerang Minta Perbaikan Transportasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah memberikan pengarahan di atas Buslane Trans Jabotabek di Tangerang, Banten (7/4). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah memberikan pengarahan di atas Buslane Trans Jabotabek di Tangerang, Banten (7/4). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah berharap pemerintah pusat mengalihkan alokasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk infrastruktur transportasi massal. Terkait dengan hal itu, ia memerintahkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menyusun kajian.

    "Nantinya akan disampaikan kepada presiden,” ujar Arief, Rabu, 19 November 2014. (Baca: Organda Naikkan Tarif Angkutan 30 Persen Besok)

    Menurut Arief, pembenahan transportasi massal merupakan tugas utama yang harus dituntaskan pemerintah. Apalagi transportasi umum bagi Kota Tangerang yang merupakan daerah lintasan dari Kabupaten Tangerang ke Jakarta. Jenis transportasi yang bisa dikembangkan antara lain, light rail transit (LRT). Pemerintah pusat juga perlu memperluas jalur rel ganda commuter line yang menghubungkan sejumlah kecamatan dengan Jakarta. (Baca: Dua Jurus Jokowi Redam Gejolak BBM Naik)

    Arief mengatakan, saat ini pengguna moda transportasi massal di Tangerang dan kota lain di sekitar Jakarta terus bertambah. Sayangnya peningkatan ini tak diikuti dengan perbaikan layanan. Angkutan kereta api yang mulai jadi primadona juga baru sampai tengah kota saja. Padahal pengguna kereta banyak yang berada di kecamatan. “Pemerintah harus segera memenuhi fasilitas transportasi massal agar masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum.” (Baca: Redam BBM Naik, Jokowi Juga Andalkan Kartu Susi)

    Presiden Joko Widodo telah mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 2.000. Kenaikan ini disusul dengan kenaikan tarif sejumlah angkutan umum. Sebagai kompensasi, Jokowi berjanji mengalihkan subsidi untuk pembangunan sektor riil seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Jokowi juga telah menyiapkan bantalan bagi 14,5 juta masyarakat miskin yang akan terdampak dengan kenaikan harga ini.

    AYU CIPTA

    Berita penting lain
    Organda Naikkan Tarif Angkutan 30 Persen Besok
    Kaesang Jokowi Pun Ingin ke Taman Jomblo
    Baru Kembali Latihan, Sturridge Cedera Lagi
    Pidato Jokowi di APEC Dilagukan, I'am Happy
    Ahok Dilantik, 40 Anggota Keluarga Ikut Serta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.