Kasus JIS, Keterangan Saksi Ringankan Terdakwa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua guru Jakarta Internasional School (JIS) tersangka dugaan kekerasan tak senonoh terhadap murid TK JIS, Ferdinant Tjiong dan Neil Bantleman, memasuki Lapas Cipinang untuk dititipkan sebagai tahanan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. TEMPO/Dasril Roszandi

    Dua guru Jakarta Internasional School (JIS) tersangka dugaan kekerasan tak senonoh terhadap murid TK JIS, Ferdinant Tjiong dan Neil Bantleman, memasuki Lapas Cipinang untuk dititipkan sebagai tahanan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang kasus kekerasan seksual yang terjadi di Jakarta International School. Sidang yang digelar tertutup itu menghadirkan saksi Robert Gianella, Head of Facilities Office di JIS.

    "Ada tiga poin penting yang disampaikan saksi dan menjelaskan perkara ini tidak cukup bukti," ujar Patra M. Zen, pengacara keenam terdakwa, seusai sidang, Rabu, 19 November 2014.

    Kepada hakim Robert mengatakan, saat rekonstruksi pada 1 April 2014, dia melihat korban mendapat arahan dari sang ibunda. Karena itu, dia mendapat kesan korban tidak memberikan keterangan berdasarkan kejadian sesungguhnya. "Anak kebingungan ketika ditanyai dan di titik ini si ibu memegang kendali dengan mengarahkan anak," ujar Patra, mengulangi keterangan Robert.

    Memang rekonstruksi itu tidak digelar secara resmi. Namun keterangan proses rekonstruksi dicatat oleh penyidik dan dijadikan bahan pertimbangan penyidikan. "Saat itu polisi juga menyaksikan ibu korban berusaha mengarahkan korban," ujar Patra. "Keterangan yang sama juga disampaikan Harro Salim yang bekerja sebagai penerjemah."

    Robert juga menjelaskan bahwa dia tidak melihat korban trauma saat masuk ke dalam toilet. Padahal psikolog mengatakan korban kekerasan seksual tidak akan mau kembali ke lokasi insiden. Terlebih jika kekerasan seksual itu dilakukan berulang kali. Adapun berdasarkan berita acara pemeriksaan, kasus kekerasan seksual di JIS justru terjadi di toilet. "Tapi, saat masuk ke toilet, korban justru tidak terlihat ketakutan," kata Patra.

    Dalam kasus kekerasan seksual di JIS ini ada enam petugas kebersihan yang menjadi terdakwa. Mereka adalah Azwar (almarhum), Agun Iskandar, Virgiawan Amin, Zainal Abidin, Syahrial, dan Afrischa Setyani (Runutan Waktu dan Tersangka Pelecehan Seksual di JIS ).

    Namun dalam persidangan para terdakwa mencabut keterangan yang tercantum dalam berita acara pemeriksaan. Mereka menyatakan dipaksa oleh penyidik untuk mengakui perbuatan yang tidak mereka laukan.

    Belakangan, polisi juga menetapkan dua guru JIS sebagai tersangka. Mereka adalah Neil Bantleman dan Ferdinan Michael Tjong.

    DINI PRAMITA

    Berita lain:
    BEM Indonesia Akan Turunkan Jokowi 
    Ceu Popong Ajukan Pertanyaan 'Bodoh' di Paripurna 
    Subsidi BBM ke Sektor Produktif, Ekonom UGM: Bohong  




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.