BBM Naik, Mahasiswa UKI Bentrok dengan Polisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi mengamankan pengunjukrasa saat terjadi demo menolak rencana kenaikan BBM di Makassar, Sulawesi Selatan, 7 November 2014. ANTARA/Yusran Uccang

    Polisi mengamankan pengunjukrasa saat terjadi demo menolak rencana kenaikan BBM di Makassar, Sulawesi Selatan, 7 November 2014. ANTARA/Yusran Uccang

    TEMPO.CO, Jakarta - Demo mahasiswa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi kembali terjadi di Jakarta. Demonstrasi ini digelar pada Rabu malam, 19 November 2014, oleh sejumlah mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) di kawasan kampus UKI Cawang, Jakarta Timur.

    Berdasarkan pantauan Tempo di lokasi kejadian, sekitar 200 mahasiswa menutup jalan dari arah Cililitan menuju Tanjung Priok. Aksi menolak kenaikan harga BBM bersubsidi ini mengakibatkan kemacetan di jalur Cililitan-Tanjung Priok.

    Mahasiswa sempat membakar ban mobil di pinggir jalan di depan kampus UKI. Bom molotov dan batu pun terlihat melayang dari arah mahasiswa ke polisi. Para mahasiswa berada di dalam pagar halaman kampus ketika melempar bom molotov tersebut. Sedangkan polisi berada di sisi luar pagar.

    Sementara itu, kepolisian melemparkan gas air mata untuk menghadang aksi mahasiswa.

    Hingga kejadian ini dilaporkan, 100 petugas pengamanan dari Kepolisian Resor Jakarta Timur dan Kepolisian Sektor Makasar masih berada di lokasi demo untuk mengamankan situasi. Hanya satu lajur jalan Cilitan-Tanjung Priok yang bisa digunakan.

    DEVI ERNIS

    Topik terhangat:

    Jokowi Vs BBM Subsidi | Profesor Nyabu | Ahok Dilantik Jadi Gubernur

    Berita terpopuler lainnya:
    BEM Indonesia Akan Turunkan Jokowi
    Ceu Popong Ajukan Pertanyaan 'Bodoh' di Paripurna
    Subsidi BBM ke Sektor Produktif, Ekonom UGM: Bohong
    Ibas Bandingkan Kenaikan BBM Era SBY dan Jokowi
    Jokowi: Jangan Tangkap Kapal Pencuri Ikan, tapi...



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.