Rencana Pembayaran Elektronik Parkir Meter Molor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemilik mobil menujukan struk parkir meter usai melakukan transaksi pembayaran parkir di Jalan Sabang, Jakarta, 26 September 2014. Sebanyak 11 Parking meter asal Swedia tersebut rencana nya akan di operasikan besok. TEMPO/Dasril Roszandi

    Pemilik mobil menujukan struk parkir meter usai melakukan transaksi pembayaran parkir di Jalan Sabang, Jakarta, 26 September 2014. Sebanyak 11 Parking meter asal Swedia tersebut rencana nya akan di operasikan besok. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta- Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengganti sistem pembayaran parkir meter di Jalan H. Agus Salim (Jalan Sabang), Jakarta Pusat, dari koin menjadi kartu elektronik, hingga saat ini belum juga terwujud. Berdasarkan pantauan Tempo, 11 parkir meter berwarna merah di kawasan itu masih dioperasikan oleh petugas dengan menggunakan koin pecahan 500 rupiah dan 1.000 rupiah.

    Salah seorang petugas parkir Muhammad Adi Subekti,  60 tahun, mengaku belum mendapat sosialisasi dari pemerintah DKI terkait rencana penggantian tersebut. "Belum tahu sama sekali apakah bulan ini, bulan depan, atau setelahnya," kata pria yang mengaku digaji 2,5 juta per bulan ini ketika ditemui Tempo, Rabu, 19 November 2014. (Baca: Kata Warga Tentang Parkir Meter di Jalan Sabang).

    Hal senada disampaikan petugas parkir lainnya Firmansyah dan Mori. "Kami diberitahunya ini masih uji coba. Akan dibangun juga di daerah Kelapa Gading,” kata Mori, “Info yang kami dengar dari teman-teman, diganti kartunya mungkin awal tahun 2015.”

    Sebelumnya, Kepala Unit Pengelola Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sunardi Sinaga menyatakan penggunaan kartu elektronik sebagai alat bayar parkir meter di Jalan Haji Agus Salim (Jalan Sabang), Jakarta Pusat, dimulai 12 November 2014. “Kami targetkan pekan kedua karena masih menyelesaikan peng-install-ankoneksi dengan bank," ujar Sunardi, Jumat, 7 November 2014. (Baca: Parkir Elektronik Jalan Sabang Mulai 12 November).

    Sebelum diganti dengan kartu, Muhammad, Firmansyah, Mori bersama 19 petugas parkir lainnya bertugas bergantian.  Menurut Muhammad meski baru berjalan selama 1,5 bulan keberadaan parkir meter mempermudah pekerjaan parkir yang digelutinya sejak 1973 itu. "Ya, ada saja pemilik kendaraan yang mengeluhkan adanya parkir meter. Tapi, menurut saya dengan alat ini jadi lebih disiplin. Apalagi kalau nanti benar akan pakai kartu, akan mempermudah lagi," katanya. 

    RIDHO JUN PRASETYO  | PUTRI ADITYOWATI



    Terpopuler
    Amien, Mantan Petinggi KPK, Pimpin SKK Migas

    Saat Ahok Dilantik di Istana, Ini Langkah FPI 

    Cerita Tes Keperawanan yang Bikin Polwan Pingsan

    Ruhut: Lawan Jokowi, DPR Gantung Diri 

    Tes Keperawanan Polwan Bikin Heboh Polri  




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.