Ahok Mulai Tempati Ruang Kerja Baru, seperti Apa?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. TEMPO/Dasril Roszandi

    Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mulai menempati ruang kerja barunya, bekas meja kerja Joko Widodo. Menurut Ahok, ia ingin ruang kerjanya yang lama dipersiapkan sebagai ruang wakil gubernur.

    "Iya, saya memang harus pindah, biar ruangan lama bisa dibenahi untuk wakil gubernur," kata Ahok, Kamis, 20 November 2014. (Baca: Enam PR Ahok Versi DPRD DKI)

    Ahok, yang dilantik Rabu lalu, tiba di Balai Kota pukul 07.50 WIB. Ia mengenakan kemeja batik lengan panjang berwarna hijau muda yang dipadu dengan pantalon hitam. Ahok langsung menuju ruang kerja barunya.

    Ruangan tersebut ditempati Joko Widodo saat menjabat Gubernur DKI Jakarta. Pantauan Tempo, ruangan tersebut berukuran sekitar 5 x 10 meter yang dibagi ke dalam beberapa ruangan. Bagian pertama merupakan ruang tamu yang dilengkapi televisi layar datar berukuran 42 inci.

    Di seberang ruang tamu terdapat sebuah meja persegi panjang tempat para staf bekerja. Di sebelah kiri ruangan Ahok ada kolam ikan yang disekat pintu geser, membuat suara gemericik air mancur terdengar hingga meja Ahok. (Baca: Ahok Jadi Gubernur: Sekarang Bisa BBM Presiden)

    Adapun agenda Ahok pada hari pertama menjabat Gubernur DKI meliputi menerima kunjungan dari Tim Verifikasi (Tim Independen) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Setelahnya, ia akan berdiskusi dan makan siang bersama Wali Kota Beijing Wang Anshun. Diskusi tersebut akan membahas kerja sama Sister City antara Jakarta dan Beijing dalam berbagai bidang.

    LINDA HAIRANI

    Berita Lain
    Ruhut: Lawan Jokowi, DPR Gantung Diri 
    Cerita Tes Keperawanan yang Bikin Polwan Pingsan
    Amien, Mantan Petinggi KPK, Pimpin SKK Migas
    Tes Keperawanan Polwan Bikin Heboh Polri  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.