Ahok: Banjir Jadi Ajang Cari Keuntungan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Plt Gubernur DKI, Basuki T. Purnama alias Ahok (kanan), Pangdam Jaya Mayjen Agus Sutomo (tengah), dan Kapolda Metro Jaya Irjen Unggung Cahyono saat apel di Lapangan Polda Metro Jaya, Jakarta, 17 November 2014. Apel tersebut bertujuan untuk antisipasi banjir dan pengamanan pelantikan Gubernur di Jakarta. TEMPO/Dasril Roszandi

    Plt Gubernur DKI, Basuki T. Purnama alias Ahok (kanan), Pangdam Jaya Mayjen Agus Sutomo (tengah), dan Kapolda Metro Jaya Irjen Unggung Cahyono saat apel di Lapangan Polda Metro Jaya, Jakarta, 17 November 2014. Apel tersebut bertujuan untuk antisipasi banjir dan pengamanan pelantikan Gubernur di Jakarta. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan sejumlah warga korban banjir justru menjadikan banjir sebagai ajang mengeruk keuntungan. Warga, kata Ahok, langsung turun ke jalan raya untuk mengungsi dan meminta bantuan kepada pengendara. Akibatnya, lalu lintas menjadi macet. "Selama ini, terendam 2-3 jam saja sudah minta bantuan," kata Ahok di Balai Kota, Kamis, 20 November 2014.

    Agar korban banjir tak lagi mengungsi di bahu jalan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menempatkan mereka di tiga lokasi, yakni Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Bumi Perkemahan Cibubur, dan Asrama Haji Pondok Gede. Namun langkah itu batal dilakukan karena korban banjir menolak. Alasannya, ketiga tempat itu jauh dari tempat tinggal mereka semula. "Lokasinya siap, tapi warga menolak," kata Ahok. (Baca: Ahok Jamin Genangan Banjir Tak Lama.)

    Warga, Ahok menuturkan, ingin tetap menengok tempat tinggal mereka saat diterjang banjir. Lantaran penolakan itu, Pemprov DKI memutuskan tidak memaksakan warga mengungsi ke tiga lokasi tersebut. DKI, melalui Satuan Polisi Pamong Praja, hanya akan mengevakuasi warga ke titik-titik pengungsian yang sudah biasa ditempati. Tujuannya agar warga tak tumpah dan mengungsi di jalan raya. (Baca: 14 Titik Banjir di Jakarta.)

    Ahok menuturkan Dinas Sosial akan memperbarui prosedur tetap penanganan pengungsi. Dinas, kata dia, kini mampu mendirikan tenda dan menyiapkan makanan dalam waktu tiga jam di permukiman yang banjirnya mencapai ketinggian lebih dari 1 meter. (Baca: Ciliwung Meluap, Jalan Raya Bogor Tergenang.)

    Selain itu, Ahok mengatakan, Dinas Pekerjaan Umum juga tengah mengejar penyelesaian pemasangan dinding turap sungai dan pembersihan gorong-gorong di semua wilayah. Ia mengklaim pekerjaan tersebut akan membuat genangan air di Jakarta segera surut. (Baca juga: Ahok: Warga Jakarta Tinggal di dalam Sungai.)

    LINDA HAIRANI

    Topik terhangat:

    Tes Perawan Kepolisian | Ahok Jadi Gubernur | Jokowi dan BBM Subsidi

    Berita terpopuler lainnya:
    Gara-gara BPJS, Asuransi Rugi

    Rayakan Thanksgiving, Dubes AS Blake Blusukan

    Kejutan yang Bikin Risma Plong

    Bentrok TNI Vs Polri, Peluru di Dada Korban Lebur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.