Ini Otoritas Gubernur Ahok di Pintu Air Manggarai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gaya Presiden Joko Widodo, saat mendampingi Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama blusukan keliling Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 22 Oktober 2014. TEMPO/Subekti.

    Gaya Presiden Joko Widodo, saat mendampingi Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama blusukan keliling Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 22 Oktober 2014. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok adalah pejabat yang berwenang menentukan pembukaan dan penutupan Pintu Air Manggarai. Pintu air ini dapat dibuka jika air Sungai Ciliwung meluap.

    Operator Pintu Air Manggarai, Adie Widodo, 39 tahun, mengatakan instruksi buka-tutup pintu air bergantung pada status ketinggian air. "Untuk level siaga dengan ketinggian air lebih dari 950 sentimeter, yang berwenang ialah Gubenur DKI Jakarta," kata Adie kepada Tempo di Pintu Air Manggarai, Kamis, 20 November 2014. (Baca: Beda Reaksi Jokowi dan Ahok Hadapi Banjir)

    Pintu Air Manggarai mengatur debit air di dua sungai, yakni Kanal Banjir Barat dan Ciliwung Lama. Aliran Sungai Ciliwung Lama melalui Manggarai, Cikini, Pintu Besar Istiqlal, Mangga Besar, dan berakhir di Pelabuhan Sunda Kelapa. (Baca: Ahok: Banjir Jadi Ajang Cari Keuntungan)

    Aliran Sungai Ciliwung Lama ini melalui kawasan ring satu, seperti Istana Kepresidenan, Istana Wakil Presiden, Mahkamah Agung, dan Balai Kota Jakarta. Sedangkan air Sungai Ciliwung yang mengalir di Kanal Banjir Barat melewati Tanah Abang, Tomang, Jembatan Lima, dan bermuara di Pluit. (Baca: Kenapa Ciliwung Selalu Meluap Saat Hujan?)

    Adie menjelaskan, jika air di Pintu Air Manggarai setinggi 850-950 sentimeter dan 750-850 sentimeter atau berstatus siaga 2 dan 3, yang berwenang memberikan instruksi buka-tutup pintu air adalah pejabat Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta. "Tapi, di setiap status, petugas Dinas Pekerjaan Umum akan selalu berkoordinasi dengan Gubernur DKI," ujarnya. (Baca: Ahok Jamin Genangan Banjir Tak Lama)

    Namun demikian, Adie menjelaskan, sejak awal tahun ini, aturan tentang kewenangan membuka dan menutup Pintu Air Manggarai menjadi lebih fleksibel. Sebab, kata dia, Gubernur DKI Jakarta saat itu, Joko Widodo, memberi keleluasaan bagi petugas penjaga Pintu Air Manggarai untuk mengatur pintu tersebut. "Pak Jokowi memberikan keleluasaan bagi kami, yang penting banjir bisa ditangani dengan cepat," ujarnya. (Baca juga: Jakarta Banjir, Warga Batal Ngungsi ke Lanud Halim)

    GANGSAR PARIKESIT

    Topik terhangat:

    Jakarta Banjir | Ahok Jadi Gubernur | Jokowi dan BBM Subsidi | Profesor Nyabu

    Berita terpopuler lainnya:
    Deklarasi KMP: Turunkan Jokowi, Ganti Prabowo
    Bentrok TNI Vs Polri, Peluru di Dada Korban Lebur
    Gara-gara BPJS, Asuransi Rugi 
    Kejutan yang Bikin Risma Plong


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.