Proyek Ini Selesai, Jakarta Bebas Banjir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengendara motor berusaha menerobos banjir setinggi lutut orang dewasa di sebagian Jalan Abdulah Syafei, Kampung Melayu, Jakarta, 20 November 2014. Banjir merupakan kiriman air kali ciliwung dari bogor. TEMPO/Dasril Roszandi

    Sejumlah pengendara motor berusaha menerobos banjir setinggi lutut orang dewasa di sebagian Jalan Abdulah Syafei, Kampung Melayu, Jakarta, 20 November 2014. Banjir merupakan kiriman air kali ciliwung dari bogor. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane Kementerian Pekerjaan Umum, Teuku Iskandar, mengatakan pihaknya terus mengupayakan percepatan normalisasi Kali Ciliwung dan penurapan kali agar Jakarta tak merasakan banjir lagi. Menurut dia, proyek ini ditargetkan selesai pada 2016. (Baca: Sabtu, Jakarta Diperkirakan Banjir Lagi)

    "Berdasarkan anggaran, proyek multiyears ini ground breaking di akhir 2013 dan berakhir di 2016. Semoga sudah selesai," kata dia kepada Tempo saat ditemui di bantaran Kali Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat, 21 November 2014.

    Dia mengatakan, saat ini, proyek paket I yang terdiri atas jalan selebar 7,5 meter dan pembatas Kali Ciliwung di wilayah Kampung Pulo tersebut sudah lebih dari setengah proses pengerjaan. Jalan ini nantinya akan disambungkan dengan jalan raya Jatinegara Barat. "Di ujung jalan, akan dibangun taman untuk yang jomblo dan enggak jomblo juga boleh," kata dia.

    Namun, yang menjadi kekhawatirannya adalah waktu pembebasan lahan yang lama. Dia mengatakan dampak normalisasi Kali Ciliwung baru dapat dirasakan jika seluruh bantaran kali dapat dioptimalkan dengan maksimal. Dia mengatakan warga di bantaran kali masih belum mau pindah karena dana ganti rugi dianggap masih belum jelas.

    "Padahal, dana tersebut sudah ada di Pemprov DKI. Tinggal nunggu peraturan gubernur yang baru, lalu dana itu dapat dibagikan," kata dia.

    Proyek PU lainnya yang dapat menunjang normalisasi Kali Ciliwung adalah pembukaan satu lagi pintu air Manggarai dan pintu air Karet. Bulan depan, kata dia, pintu air Manggarai akan diuji coba untuk dibuka tiga pintu (sebelumnya dua pintu, dan pintu air Karet dibuka lima pintu dari sebelumnya empat pintu).

    Pintu air Manggarai yang akan dibuka ini diharapkan dapat mengalirkan air menuju Kanal Banjir Barat. Adapun aliran air yang bergerak menuju pintu air Karet akan mengarah ke Krukut Atas. Dia mengatakan biasanya sungai dari arah Citayam ke Krukut tak banyak debit airnya, sehingga aliran air dapat diarahkan ke sana.

    Dia juga mengatakan jalan yang tengah dibangun di Jatinegara ini juga akan menyambung hingga fly over Kampung Melayu. Jalan ini diharapkan juga dapat mengurai kemacetan yang kerap kali terjadi di sekitar Kampung Melayu.

    Adapun normalisasi Kali Ciliwung ini merupakan proyek Kementerian PU yang memanjang dari bantaran Kali Ciliwung di kawasan Bukit Duri, Kampung Pulo, Bidara Cina, Cawang, Cililitan, hingga ke TB Simatupang. Dia mengatakan, jika proyek ini telah selesai, debit air yang masuk dapat berkurang hingga 1 meter sehingga air tak lagi akan merendam jalan Ibu Kota.

    "Nantinya tinggal sisa genangan air karena tetap saja tanah wilayah utara dan barat Jakarta sudah 3 meter di bawah air muka laut," kata dia.

    YOLANDA RYAN ARMINDYA

    Berita Terpopuler:
    Di Berau, Menteri Susi Menunggang Motor Sendiri
    Hadiri Wisuda Anaknya, Jokowi Naik Pesawat Ekonomi
    Dikeroyok Debt Collector, Anggota TNI AL Tewas
    Sabtu, Jakarta Diperkirakan Banjir Lagi



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.