Boy Sadikin Tak Tahu Pemasang Spanduk 'Ahok & Boy'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Boy Sadikin. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Boy Sadikin. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DKI Jakarta Boy Bernardi Sadikin mengaku tak tahu siapa yang memasang spanduk dukungan untuk dirinya menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Pemasang spanduk tersebut juga bukan anggota DPD PDIP Jakarta.

    "Demi Allah, saya tidak tahu," kata Boy saat dihubungi Tempo, Sabtu, 22 November 2014. Nama Boy beberapa kali disebut akan diajukan oleh PDIP sebagai wakil gubernur yang akan mendampingi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

    Boy menuturkan dirinya telah meminta para anggota DPD PDIP Jakarta untuk mencopot spanduk-spanduk tersebut. Alasannya, pemasangan spanduk dinilai mendahului keputusan Dewan Pimpinan Pusat PDIP. Hingga saat ini, kata dia, partai belum membahas ihwal pengajuan nama pendamping Ahok. (Baca: Mendagri: Ahok Sebaiknya Pilih Wakil dari Partai.)

    Spanduk berisi dukungan terhadap Boy sebagai Wakil Gubernur DKI menampilkan foto Boy bersanding dengan Ahok. Spanduk berwarna merah dengan ukuran 3 x 1 meter itu ditemukan di beberapa titik di Jakarta. Di antaranya, di sepanjang Jalan Mampang Prapatan dan Jalan Panjang di Simprug, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Spanduk tersebut bertulisan, "Ahok & Boy Sadikin Cepat, Lugas, dan Tegas."

    Dari laporan yang diterimanya, kata Boy, semula spanduk tersebut dipasang dalam jumlah yang bisa dihitung. Namun belakangan, jumlahnya semakin banyak dan mulai mengganggu ketertiban umum. (Baca: Jadi Gubernur, Ahok: Sekarang Bisa BBM Presiden.)

    Boy mengapresiasi dukungan tersebut. Meski begitu, ia bertutur, pemasangan spanduk itu tetap menyalahi mekanisme yang ditetapkan. Untuk itu, DPD PDIP Jakarta sudah mencopot beberapa spanduk yang kini diletakkan di kantor DPD. "Sudah kami copot, silakan dicek," ujar Boy.

    LINDA HAIRANI

    Terpopuler
    Setelah Jokowi, Giliran Malaysia Cabut Subsidi BBM
    Jokowi Kalahkan Obama di Voting Majalah TIME
    Jokowi ke Singapura dengan Pengamanan Minim 
    Anak Jokowi Lulus dari Anglo-Chinese Singapura


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.