Ahok Rela Setiap Hari Tambah 1.000 Musuh, Asal ...  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyapa wartawan sebelum pelantiakan sebagai Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, 19 November 2014.  Dalam pelatikan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta, perwakilan dari Koalisi Merah Putih sama sekali tidak hadir. Tempo/Aditia Noviansyah

    Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyapa wartawan sebelum pelantiakan sebagai Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, 19 November 2014. Dalam pelatikan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta, perwakilan dari Koalisi Merah Putih sama sekali tidak hadir. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan merotasi 2.000 orang pegawainya pada Desember nanti. Menurut dia, kebijakan yang telah ia rencanakan sejak lama itu baru bisa diwujudkan setelah dirinya dilantik menjadi gubernur.

    "Dulu bingung karena kalau dicopot harus dipikirin mau dipasang di mana. Tapi kalau sekarang tinggal dicabut saja, 10 ribu juga gampang kok. Cuma buang-buangin orang terus pasang yang baru," katanya di Jakarta, Jumat, 21 November 2014. (Baca: Jakarta Banjir, Ahok Sibuk Terima Tamu Seharian)

    Ahok menyatakan, ia menyadari kebijakan tersebut akan membuat sebagian pihak tidak menyukainya dan akan menganggapnya sebagai musuh. "Saya rela tiap hari tambah 1.000 musuh asalkan Jakarta baru bisa terwujud," ujarnya. (Baca: Beda Reaksi Jokowi dan Ahok Hadapi Banjir)

    Sebelumnya, pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, mengatakan Basuki Tjahaja Purnama punya tiga pekerjaan rumah yang wajib diselesaikan setelah dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta. "Tiga pekerjaan rumah itu adalah menyelesaikan masalah banjir, layanan transportasi publik, dan reformasi birokrasi," ketika dihubungi Tempo, 19 November 2014.

    Menurut Ahok, dia siap menanggung risiko tidak terpilih lagi sebagai Gubernur DKI Jakarta dalam pemilihan mendatang. Indonesia secara umum dan Jakarta khususnya, kata Ahok, sebentar lagi akan menghadapi bonus demografi dan Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2015.

    Ahok berharap dapat memanfaatkan momentum situasi tersebut dan dengan dukungan sumber daya manusia yang mampu membantunya. "Yang paling siap menghadapi itu mau tak mau adalah Jakarta, karena semua infrastruktur sudah siap. Orangnya juga cukup pintar semua. Tinggal kita berani saja," ujarnya.

    RIDHO JUN PRASETYO

    Berita Terpopuler:
    Di Berau, Menteri Susi Menunggang Motor Sendiri
    Hadiri Wisuda Anaknya, Jokowi Naik Pesawat Ekonomi
    Dikeroyok Debt Collector, Anggota TNI AL Tewas
    Sabtu, Jakarta Diperkirakan Banjir Lagi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.