Warga Kembali Tutup Akses Jalan Proyek Tol Cijago  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengerjaan tunnel atau underpass tol Cijago menunggu penyelesaian jalan sementara di jalan Margonda Raya, Depok, Jabar, 24 Agustus 2014. TEMPO/Ilham Tirta

    Pengerjaan tunnel atau underpass tol Cijago menunggu penyelesaian jalan sementara di jalan Margonda Raya, Depok, Jabar, 24 Agustus 2014. TEMPO/Ilham Tirta

    TEMPO.CO, Depok - Puluhan warga RW 2 dan RW 3 Kelurahan Kemiri Muka, Beji, Depok, kembali menutup Jalan Langgar sebagai akses pengerjaan Jalan Tol Cinere-Jagorawi di samping Jalan Juanda, Depok, Sabtu, 22 November 2014. Ini adalah penutupan kedua yang dilakukan warga. Mereka menuntut ganti rugi atas lahan yang terkena proyek.

    "Ini tanah warisan kami, bukan milik pemerintah, jadi kami tutup sampai ada kejelasan pembayaran," kata Matige Amar, 55 tahun, warga setempat.

    Aksi yang sama pernah dilakukan warga pada 23 Juni 2014 (baca: Akses Jalan Ditutup, Proyek Tol Cijago Terhambat). Mereka menghadang truk yang hendak keluar dari lokasi proyek. Saat itu, pengunjuk rasa meminta kompensasi sebesar Rp 600-750 ribu per bulan apabila jalan tol yang tengah dibangun sudah beroperasi. Penutupan itu berlangsung selama dua hari.

    Matige mengatakan jalan sepanjang 1 kilometer itu adalah milik 43 orang ahli waris. Namun pemerintah kota mengklaim bahwa itu milik negara. Padahal, kata dia, pemerintah belum pernah membeli tanah itu dari ahli waris. "Sekarang diambil oleh pemerintah. Kapan mereka membelinya?" kata Matinge (baca juga: Ombudsman Rekomendasikan Tol Cijago Dihentikan).

    Dahlan, 43 tahun, juga warga setempat, mengatakan tidak akan membuka palang yang mereka pasang sebelum ada kejelasan ganti rugi. Jika pelaksana proyek memaksa membuka jalan, warga akan melawan. "Tol enggak akan bisa beres," kata Dahlan.

    Dalam aksi hari ini, warga membawa bambu, palu, dan peralatan lain untuk menutup akses keluar-masuk truk dari lokasi proyek Cijago.

    Bagian Pemantau Operasional Pengerjaan Tol Cijago Seksi II dari PT Hutama Karya, Waritno, mengaku kaget dengan adanya penutupan itu. "Hari ini langsung enggak ada pekerjaan, yang penting enggak ada bentrok," kata Waritno.

    Menurut Waritno, sebagai pelaksana proyek, PT Hutama Karya tidak tahu-menahu masalah pembebasan lahan. "Itu urusan PT Trans Lingkar Kita Jaya sebagai konsorsium," kata Waritno.

    ILHAM TIRTA

    Berita lain:
    Setelah Jokowi, Giliran Malaysia Cabut Subsidi BBM
    Makan Daging Babi, Ini Komentar Kaesang Jokowi
    Jokowi Kalahkan Obama di Voting Majalah TIME




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.